Hal ini kemudian juga mengakibatkan sepinya warga melakukan pemotongan hewan ternak enam RPH di Kabupaten Probolinggo. Di antaranya RPH Gading, Besuk, Krejengan, Maron, Banyuanyar, dan Leces.
"Sampai sekarang masih bisa dirasakan dampaknya. Tetapi tidak separah tiga bulan sebelumnya," kata Kabid Keswan dan Kesmavet Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto saat dikonfirmasi.
Nikolas menjelaskan, untuk menarik masyarakat agar melakukan pemotongan di RPH, fasilitas maupun keterampilan petugas, memang harus ditingkatkan. Pihaknya sudah melakukan peningkatan sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat di RPH. Tujuannya agar proses pemotongan hewan bisa dilakukan makin baik.
Jagal hewan yang ada di RPH pun telah dibekali dengan kemampuan memotong hewan dengan baik dengan memperhatikan kebersihan hewan. Sehingga lebih aman untuk dikonsumsi.
Sayangnya fasilitas yang telah disediakan oleh RPH tersebut belum mendapatkan hasil yang maksimal. Sebab masih banyak warga yang masih belum mau mengkonsumsi daging karena khawatir virus PMK. Oleh karena itu sosialisasi sampai saat ini masih tetap dilakukan. Hal ini diperlukan untuk menghapus stigma dan ketakutan untuk mengkonsumsi daging ternak.
"Penambahan fasilitas perlu kami kaji lagi. Walaupun ada fasilitas. tetapi masyarakat masih enggan mengkonsumsi daging tetap tidak menjadi solusi. Jadi perlahan kami lakukan sosialisasi," pungkasnya. (ar/fun) Editor : Ronald Fernando