------------------------------------------------------------------------------------------------------
FASILITAS wisata Warung Apung di Rawa Tirta Desa Sumberkedawung, semakin lengkap. Mulai dari spot selfie, tempat pemancingan ikan, dan perahu. Tahun ini ditambah keramba. Adanya keramba diharapkan dapat mendongkrak jumlah wisatawan.
Fasilitas ini juga bisa membuka lapangan kerja baru. Salah satu tugasnya, memberi makan ikan. Hasil panennya bisa menambah pemasokan untuk pendapatan asli desa (PAD).
Kepala Desa Sumberkedawung Samsul Arifin mengatakan, wisata Warung Apung selalu ramai. Dalam sehari bisa mencapai 50 pengunjung. Selain dari warga desa setempat, ada juga yang dari luar daerah. Seperti dari Kabupaten Lumajang.
Mereka rata-rata menikmati spot memancing di dekat Warung Apung. Spot ini tidak ditarik biaya. Ada juga yang suka berkeliling menggunakan perahu. Untuk bisa menaiki perahu, wisatawan cukup membayar Rp 5 ribu. “Kalau wisata mancing itu 24 jam. Tapi, Warung Apung tutup pukul 19.00,” katanya.
Wisata Warung Apung ini memang sangat diminati. Pengunjung bisa ngopi sambil menyantap menu makanan di Warung Apung dengan harga terjangkau. Sembari melihat pemandangan alam sekitar.
“Ada spot selfie. Untuk bisa selfie, pengunjung tidak dipungut biaya. Untuk menu yang tersaji itu harganya terjangkau. Ada snack, minuman dingin, hingga makanan berat,” jelas Samsul. (riz/rud)
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Akses Transportasi Semakin Nyaman
INFRASTRUKTUR jalan masih menjadi program prioritas pembangunan Pemerintah Desa Sumberkedawung. Tahun ini, pemerintah desa melakukan pavingisasi dan pengaspalan jalan. Ada dua titik yang akan digarap.
Pavingisasi akan dilakukan di Dusun Sempol. Sepanjang 187 meter. Saat ini, fisiknya masih baru tahap pengurukan tanah. Pengerjaan ditarget bisa rampung selama 12 hari. Sebelumnya jalan ini masih berupa tanah.
“Sekitar 10 persen yang baru tergarap. Baru dikerjakan sejak Selasa (28/3). Insyaallah sebelum Lebaran sudah rampung 100 persen,” ujar Kepala Desa Sumberkedawung Samsul Arifin.
Sementara, jalan yang akan diaspal berada di Dusun Krajan 1. Jalan Pelita. Sebenarnya, jalan ini sudah pernah diaspal, tetapi sudah rusak. Pengerjaannya akan digarap usai Lebaran. Masih menunggu akhir musim hujan.
“Aspal itu, musuhnya hujan. Kalau digarap sekarang, riskan. Mungkin habis Lebaran. Nunggu tidak hujan,” katanya. (riz/rud)
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Puluhan Keluarga Budi Daya Ikan Keramba
USAHA Kecil dan Menengah (UKM) di Desa Sumberkedawung cukup beragam. Salah satu UKM yang banyak digeluti adalah budi daya ikan di keramba. Tercatat ada 57 orang.
Kepala Desa Sumberkedawung Samsul Arifin mengatakan, budi daya ikan keramba ini sudah berjalan dua tahun. Awalnya, mereka mencoba setelah melihat budi daya serupa di daerah lain. Mereka belajar antarsesama teman.
Ternyata, banyak konsumen dari daerah lain yang tertarik membeli karena rasa ikannya enak. Ada yang membudidayakan ikan nila dan dan gurami. Hasil panennya banyak dikirim keluar kota.
Pemerintah desa berencana membantu pengadaan bibit melalui Dinas Perikanan. Selama ini, warga membeli dari luar desa. Nantinya para pembudi daya akan dilatih agar bisa melakukan pembibitan sendiri.
“Budi daya ikan itu berkelompok. Bibitnya selalu beli ke luar daerah. Melalui pelatihan, pembibitan diharapkan bisa dilakukan sendiri,” jelas Samsul.
Salah seorang pembudi daya adalah Rudi Harianto. Ia mengaku mendapatkan bibit ikan dari Desa Klenang, Kecamatan Banyuanyar. Bibit nila, harganya Rp 150 ribu per 1.000 ekor. Gurami lebih mahal. Satu ekor Rp 1.000.
“Keuntungannya lumayan. Untuk gurami itu dikembangbiakkan setahun laku Rp 40 sampai Rp 50 ribu per kilogram. Sementara, nila sekitar Rp 25 ribu,” jelasnya. (riz/rud)
APBDES PEMERINTAH DESA SUMBERKEDAWUNG TAHUN ANGGARAN 2023
------------------------------------------------------------------------------------------------------
PENDAPATAN
Pendapatan asli desa Rp 35.000.000,00
Pendapatan transfer Rp 1.719.430.185,00
Jumlah Rp 1.754.430.185,00
------------------------------------------------------------------------------------------------------
BELANJA
Bidang pemerintahan Rp 564.926.825,00
Bidang pembangunan Rp 837.022.760,00
Bidang pembinaan Rp 17,419.000,00
Bidang pemberdayaan Rp 238.502.248,00
Bidang penanggulangan bencana Rp 118.800.000,00
Jumlah Rp 1.776.670.833,00
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Surplus (Defisit) (Rp 22.240.648,00)
------------------------------------------------------------------------------------------------------
PEMBIAYAAN
Penerimaan pembiayaan Rp 27.240.648,00
Penyertaan modal desa Rp 5.000.000,00
Pembiayaan netto Rp 22.240.648,00
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sisa lebih pembiayaan anggaran Rp 0,00 Editor : Ronald Fernando