------------------------------------------------------------------------------------------------------
DESA Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, merupakan salah satu desa di Kabupaten Probolinggo yang berada di wilayah pesisir. Di desa ini, lebih dari 90 persen penduduknya berprofesi sebagai nelayan.
Kondisi ini menjadi atensi khusus Pemdes Kalibuntu. Pemdes terus memberdayakan para nelayan dengan memberikan bantuan alat tangkap setiap tahunnya.
Termasuk tahun ini, Pemdes Kalibuntu berencana memberikan bantuan 1.500 jaring udang pada para anak buah kapal (ABK). Pertimbangannya, di Desa Kalibuntu saat ini ada sekitar 100 sampan yang beroperasi setiap harinya. Masing-masing sampan memiliki lima ABK.
“Nanti, satu ABK akan kami berikan tiga jaring udang. Jadi dalam satu sampan bisa 18 jaring udang,” ujar Kepala Desa Kalibuntu Khairul Anam.
Selain itu, tahun ini Pemdes Kalibuntu juga akan memaksimalkan peran Sampan Merkuri dalam mengumpulkan ikan. Caranya, perlengkapan Sampan Merkuri akan ditambah. Di antaranya, lampu, stavolt, hingga tali. Tujuannya, hasil tangkapan semakin melimpah.
“Di sini sampan merkuri ada 40 buah. Sampan ini tidak punya alat tangkap. Dalam operasinya, mereka bekerja bersama kapal-kapal besar. Jadi tugasnya hanya mengumpulkan ikan. Biasanya mereka melaut mulai jam 14.00 hingga 06.00,” ungkapnya.
Khairul Anam berharap, dengan bantuan yang diberikan itu, kualitas dan hasil tangkapan ikan para nelayan bisa meningkat. Sebab, hasil tangkapan ikan menjadi penopang utama perekonomian warga Desa Kalibuntu.
“Tentunya, jika alatnya memadai dan lengkap, hasilnya juga diharapkan melimpah. Demi kesejahteraan warga juga,” katanya. (uno/hn/*)
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Atasi Banjir Rob, Perbaiki TPI
BANJIR rob menjadi momok bagi warga yang tinggal di daerah peisir. Seperti juga bagi warga Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan.
Sebenarnya, banjir rob adalah fenomena rutin. Warga bahkan sudah hafal kapan akan terjadi banjir rob. Meski demikian, banjir rob tetap menjadi perhatian khusus pemdes setempat.
Salah satunya, tahun ini Pemdes Kalibuntu akan membangun tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Karangpandan. TPT untuk meminimalisasi masuknya banjir rob ke permukiman warga itu akan dibangun dengan panjang 100 meter dan ketinggian 3 meter.
“TPT yang ada di dusun tersebut sudah rusak, selain itu, juga kurang tinggi. Akhirnya, tahun ini kami bangun lagi dengan panjang 100 meter dan tinggi 3 meter. TPT ini untuk meminimalisasi masuknya air ke rumah warga ketika terjadi banjir rob,” ujar Kepala Desa Kalibuntu Khairul Anam.
Selain itu, tahun ini Pemdes Kalibuntu juga akan memperbaiki tempat pelelangan ikan (TPI) Desa Kalibuntu yang berada di Dusun Krajan. TPI ini memang sudah lama tidak beroperasi. Namun, pemdes setempat berusaha menghidupkannya. Diawali dengan perbaikan terlebih dahulu.
“TPI ini terakhir beroperasi tahun 1998. Hingga saat ini belum dipakai. Lokasinya dimanfaatkan warga sebagai tempat perbaikan perahu dan parkir mobil. TPI ini kurang terawat, banyak kerusakan di beberapa bagian. Oleh karena itu, tahun ini kami perbaiki. Harapannya ke depan, TPI ini bisa hidup lagi,” katanya.
Ia mengungkapkan, salah satu penyebab yang membuat TPI Desa Kalibuntu tidak beroperasi sekitar 25 tahun adalah faktor lokasi. Di mana ketika air surut, jaraknya cukup jauh dengan TPI tersebut. Mencapai sekitar 1 kilometer. Sehingga, perahu nelayan harus bersandar cukup jauh dari TPI tersebut.
“Ada rencana akan difungsikan lagi. Namun, bibir pantai harus diurug terlebih dahulu agar ketika surut, pantai tidak terlalu jauh. Dan kapal bisa bersandar dekat TPI,” pungkasnya. (uno/hn/*)
APBDES PEMERINTAH DESA KALIBUNTU TAHUN ANGGARAN 2023
------------------------------------------------------------------------------------------------------
PENDAPATAN
Pendapatan Transfer Rp. 4.700.000,00
Pendapatan Lain-Lain Rp. 1.999.540.279.00
JUMLAH Rp. 2.004.240.279,00
------------------------------------------------------------------------------------------------------
BELANJA
Belanja Pegawai Rp. 347.134.880,00
Belanja Barang dan Jasa Rp. 671.855.599,00
Belanja Modal Rp. 1.036.400.054,68
Belanja Tidak Terduga Rp. 291.041.200,00
JUMLAH Rp. 2.346.431.733,68
------------------------------------------------------------------------------------------------------
SURPLUS (DEFISIT) (Rp. 342.191.454,68)
------------------------------------------------------------------------------------------------------
PEMBIAYAAN
Penerimaan pembiayaan Rp. 342.191.454,68
Silpa tahun sebelumnya Rp. 342.191.454,68
------------------------------------------------------------------------------------------------------
PEMBIAYAAN NETTO Rp. 342.191.454,68
------------------------------------------------------------------------------------------------------
SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN Rp. 0,00
------------------------------------------------------------------------------------------------------ Editor : Ronald Fernando