Hampir separo wilayah administrasi Desa Tlogoargo berupa dataran tinggi yang berbatasan dengan tebing. Belasan ruas jalan yang menjadi akses utama aktivitas masyarakat memiliki medan yang curam. Kondisi itu membahayakan masyarakat. Sehingga setiap tahunnya pemerintah desa selalu membangun jalan.
Ruas jalan yang masih belum terjamah pembangunan dan memiliki medan tanah. Serta jalan yang sudah mengalami rusak berat karena termakan oleh cuaca dan waktu. Jalan inilah yang menjadi sasaran utama target peningkatan. Tahun ini ada 6 ruas jalan yang dibangun oleh Pemdes Tlogoargo.
"Sebenarnya ada beberapa ruas jalan yang perlu dibangun. Namun sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada, baru 6 ruas jalan yang bisa dikerjakan tahun ini," ujar Bendahara Desa Tlogoargo Taufik.
Ruas jalan tersebut di antaranya adalah dua jalan yang berada di Dusun Segaran, meliputi jalan sepanjang 450 meter di RT 14/RW 7 dan jalan sepanjang 620 meter di RT 13/RW 7. Selanjutnya ruas jalan sepanjang 280 meter di RT 15/RW 8, Dusun Kluangan. Kemudian jalan sepanjang 126 meter di RT 8/RW 4, Dusun Kemirian. Serta jalan sepanjang 425 meter di RT 2/RW 1, Dusun Gambiran.
"Jalan yang sudah kami rencanakan, nanti akan dibangun dengan konstruksi rabat beton," bebernya.
Lima jalan tersebut memiliki beberapa fungsi. Mulai dari akses utama menuju perkebunan milik warga setempat, dan merupakan akses menuju permukiman padat penduduk. Selain itu menjadi akses menuju masjid, musala, dan sekolah.
Tak mengherankan jika kondisi jalan yang belum baik kerap dikeluhkan oleh masyarakat. Pasalnya saat masuk musim hujan jalan lebih licin dan berlumpur. Warga yang tidak menguasai medan jalan berpotensi tergelincir.
"Kami mencoba mewujudkan kenyamanan warga dalam beraktivitas. Kondisi jalan yang baik nantinya juga akan berdampak pada percepatan pembangunan antar dusun," tuturnya.
Sebelumnya beberapa pekan lalu, Pemerintah Desa Tlogoargo sudah merealisasikan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 250 meter di RT 20/RW 10, Dusun Kongsi. Saat ini kondisinya sudah baik dan nyaman untuk dilintasi kendaraan.
Ternak Kambing Wujudkan Ketahanan Pangan
Mewujudkan ketahanan pangan tidak serta merta dapat dilakukan. Perlu ada beberapa pertimbangan matang untuk menentukan potensi pangan apa yang dapat direalisasikan. Hal itu coba dilakukan oleh Pemdes Tlogoargo. Dengan anggaran yang tersedia, peternakan kambing mulai dijalankan.
Bendahara Desa Tlogoargo Taufik mengatakan, ternak kambing menjadi pilihan. Sebab lingkungan dan suhu desa cocok untuk perkembangan kambing. Di samping itu ijonan atau pakan kambing tersedia cukup melimpah. Karena itulah asupan kebutuhan pakan dapat terpenuhi dengan baik.
"Sebulan lalu, sudah kami jalankan program ketahanan pangan dengan beternak kambing. Saat ini dalam proses pemeliharaan," katanya.
Ternak kambing ini dipusatkan dalam sebuah kandang komunal berukuran 6 x 2,5 meter di RT 15/RW 8, Dusun Kluangan. Konstruksi kandang berupa bangunan semi permanen dengan rangka kayu. Saat ini kandang berisi 12 ekor kambing jenis Kaligesing. Jenis kambing ini dipilih karena lebih mudah cara pemeliharaannya.
Dalam proses pemeliharaan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari pemberian pakan dan minum yang cukup. Pakan diberikan sebanyak dua kali dalam sehari, yakni saat pagi dan sore.
Kemudian higiene sanitasi kambing dan kandang. Setiap hari kandang haruslah dibersihkan. Sementara tubuh kambing harus dimandikan saat mulai nampak kotor. Dua hal ini akan mempengaruhi kesehatan kambing.
"Pakan, kondisi tubuh dan kandang harus benar-benar diperhatikan. Sebab sangat mempengaruhi kesehatan dan kebugaran kambing," tuturnya.
Kambing nantinya dapat dijual setidaknya setelah 6 bulan dipelihara dalam kandang. Sebab dalam kurun waktu tersebut sudah dapat diketahui perkembangan tubuh. Mulai dari penambahan bobot hingga tubuh yang bertambah besar.
Namun kambing yang saat ini sedang dipelihara nantinya juga akan dikembangbiakkan. Agar jumlah populasi dapat bertambah. Semakin banyak populasinya, maka pendapatan yang diperoleh dari berternak kambing juga lebih banyak.
"Ada dua alternatif yang dapat dilakukan, bisa dijual saat sudah gemuk. Atau jika populasinya bertambah. Tapi untuk saat ini kami masih fokus untuk pemeliharaan, belum ada rencana menjual," pungkasnya. (ar/fun/*)
APBDes Pemerintah Desa Tlogoargo Tahun Anggaran 2023
PENDAPATAN
Pendapatan Asli Desa — Rp 19.400.000,00
Pendapatan Transfer — Rp 1.500.453.190,00
JUMLAH PENDAPATAN Rp 1.519.853.190,00
BELANJA
Belanja Pegawai — Rp 360.509.520,00
Belanja Barang dan Jasa — Rp 381.669.890,16
Belanja Modal — Rp 537.550.480,00
Belanja Tidak Terduga — Rp 247.585.000,00
JUMLAH BELANJA — Rp 1.527.314.890,16
SURPLUS / (DEFISIT) — (Rp 7.461.700,16)
PEMBIAYAAN
Penerimaan Pembiayaan — Rp 12.461.700,16
SILPA Tahun Sebelumnya — Rp 12.461.700,16
Pengeluaran Pembiayaan — Rp 5.000.000,00
Penyertaan Modal Desa — Rp 5.000.000,00
PEMBIAYAAN NETTO — Rp 7.461.700,16
SISA LEBIH PEMBIAYAAN — Rp 0,00 Editor : Jawanto Arifin