Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jembatan Gantung Antardesa Ranon Pakuniran-Sentul Gading Patah

Ronald Fernando • Jumat, 3 Maret 2023 | 13:06 WIB
KENA ARUS: Jembatan gantung di Dusun Klembun Barat, Desa Ranon, Gading yang patah Kamis (2/3) petang usai sungai diterjang arus. (Foto: Istimewa)
KENA ARUS: Jembatan gantung di Dusun Klembun Barat, Desa Ranon, Gading yang patah Kamis (2/3) petang usai sungai diterjang arus. (Foto: Istimewa)
PAKUNIRAN, Radar Bromo– Kerusakan infrastruktur akibat bencana kembali bertambah. Setelah jembatan di Dusun Kalibiru, Desa Blimbing, Pakuniran, giliran jembatan gantung di Dusun Klembun Barat, Desa Ranon,  yang patah setelah diterjang derasnya arus sungai, Kamis (2/3) petang.

Photo
Photo
KENA ARUS: Jembatan gantung di Dusun Klembun Barat, Desa Ranon, Gading yang patah Kamis (2/3) petang usai sungai diterjang arus. (Foto: Istimewa)

Bendahara Desa Ranon Saruki membenarkan adanya Jembatan gantung patah di desanya tersebut. Ia mengatakan, akibat banjir, jembatan penghubung Desa Renon dengan Desa Sentul, Kecamatan Gading sepanjang 50x2 meter tersebut patah di bagian tengah.

“Patah tapi tidak sampai di bawa banjir. Bagian lantai jembatan yang patah,” katanya.

Jembatan gantung sendiri diungkap Saruki menjadi akses utama masyarakat Dusun Klembun barat menuju desa tetangga. Jembatan ini jadi salah satu akses warga untuk bisa keluar desa. “Di utara sebenernya juga ada jembatan. Tapi kalau warga Klembun Barat, harus ke utara dulu jika mau kesana. Kalau lewat jembatan yang patah ini lebih dekat musal mau keluar dari desa,” ujarnya.

Saruki menyebutkan, faktor usia juga menjadi penyebab jembatan mudah patah. Sejatinya tiap tahun, pemerintah desa sudah seringkali melakukan perbaikan pada jembatan tersebut. “Memang minta diganti,” jelasnya.

Ia menyebutkan, banjir terjadi akibat hujan lebat mengguyur pegunungan  Argopuro. “Hujan di selatan (Dusun rabunan) tinggi. Sampai terjadi banjir,” bebernya.

Meski begitu dia bersyukur banjir yang terjadi tidak sampai masuk ke pemukan warga. Selain itu nihil korban jiwa. “Kalau debit air, memang tingi. Tapi tidak sampai ke pemukiman warga,” Ujarnya.

Untuk penanganan jembatan, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Apakah akan diperbaiki atau akan diberi jembatan baru. “Yang jelas jembatan ini sangat di butuhkan warga,” bebernya. (mu/fun) Editor : Ronald Fernando
#bpbd kabupaten probolinggo #jembatan patah #jembatan rusak pakuniran