Pemdes Blado Kulon memang lebih memprioritaskan pembangunan infrasstruktur di desa. Setiap tahunnya peningkatan kualitas jalan desa selalu masuk rencana pembangunan. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan. Sebab anggaran yang dimiliki begitu terbatas. Sementara banyak ruas jalan baik jalan usaha tani maupun jalan lingkungan memerlukan pembangunan.
Bendahara Desa Blado Kulon Dawud mengatakan, desanya telah menggelar rapat. Hasilnya, ada beberapa ruas jalan yang kondisinya kurang layak sehingga masuk pemetaan pemdes.
Sayangnya tahun ini hanya ada tiga ruas jalan yang akan dibangun. “Memang ada beberapa jalan yang perlu dibangun. Karena ini hanya tiga ruas jalan yang akan dibangun,” katanya.
Pembangunan jalan tersebut di antaranya adalah ruas jalan sepanjang 315 meter di RT 19/RW 3 Dusun Grintingan. Jalan di sana, sekarang kondisinya masih berupa jalan tanah. Nantinya ruas jalan ini akan dibangun jalan rabat beton. Sebab kondisi jalan saat ini masuk kategori jalan yang lunak dan mudah bergerak.
Tak heran saat masuk musim hujan, jalanan menjadi berlumpur sehingga susah dilalui. Pembangunan jalan rabat beton dilakukan untuk menguatkan ruas jalan agar menjadi lebih keras dan mudah untuk dilintasi. Melalui ruas jalan tersebut dapat menjangkau lahan pertanian dan perkebunan seluas 25 hektare milik warga.
Kemudian jalan yang akan dibangun adalah ruas jalan sepanjang 200 meter di RT 13/RW 2 Dusun Jurangan. Jalan ini merupakan akses menuju pertanian milik warga. Melalui jalan ini lahan seluas 18 hektar dapat ditempuh. “Nanti jalannya akan kami rabat beton, sebab memang lebih cocok,” tuturnya.
Selanjutnya pembangunan jalan aspal lapisan penetrasi (lapen) sepanjang 300 meter di RT 18/RW 3 Dusun Grintingan. Konstruksi ini dipilih dengan pertimbangan bahwa konstruksi utama jalan berupa makadam masih cukup kokoh. Sehingga perlu pemeliharaan dan penebalan lapisan permukaan jalan. Ruas jalan ini merupakan akses menuju pemukiman padat penduduk yang dihuni oleh 92 kepala keluarga.
"Satu ruas jalan yang akan dibangun berkonstruksi aspal lapen merupakan akses menuju pemukiman warga. Sudah kami ukur tinggal realisasinya saja," tuturnya.
Lengkapi Jalan Lingkungan dengan PJU
Keamanan dan kenyamanan warga saat melintasi jalan pada malam hari turut menjadi perhatian serius Pemdes Blado Kulon. Masih banyak ruas jalan gelap gulita saat malam hari. Pasalnya banyak jalan menuju permukiman penduduk dan pertanian warga belum dilengkapi dengan Penerangan Jalan Umum (PJU). Karena itulah tahun ini pengadaan PJU turun menjadi salah satu program prioritas pemerintah desa.
Bendahara Desa Blado Kulon Dawud mengatakan bahwa saat ini ada beberapa ruas jalan yang masih belum dilengkapi oleh PJU. Karena keterbatasan anggaran, untuk tahun ini pihaknya akan melakukan pengadaan 68 unit. PJU tersebut seluruhnya akan dipasang di Dusun Jurangan.
“Anggaran yang ada hanya mampu merealisasikan 68 unit. Sesuai pemantauan yang sudah dilakukan titik pemasangan satu dusun saja,” katanya.
Kontruksi PJU nantinya akan dibangun dengan material besi dengan ketinggian sekitar 8 meter. PJU memakai lampu LED. Sistem kelistrikan dilakukan dengan menggunakan jaringan. Ini dipilih dengan mempertimbangkan setelah pemerintah desa melakukan pemetaan. Dirasa lebih aman dan mudah untuk melakukan pemeliharaan.
“PJU nantinya akan dibuat dengan sistem listrik jaringan kabel. Sebab lebih aman dan simpel,” ucapnya.
Dawud bilang, sebenarnya pengadaan PJU tersebut merupakan proyek lanjutan. Beberapa tahun sebelumnya pemdes sudah rampung menyelesaikan pengadaan PJU. Penerangan tersebut dipasang menyebar pada titik-titik rawan yang cukup gelap. Saat ini PJU tersebut berfungsi dengan baik.
“Terakhir memasang PJU dua tahun lalu. Sampai saat ini PJU masih berfungsi dengan baik. Jalan sekitar tempat pemasangan juga sudah terang. Warga yang sebelumnya takut atau khawatir untuk melintas, saat ini sudah tidak lagi. Kenyamanan warga saat melintas pada malam hari juga sudah lebih terjamin,” bebernya.
Tambah Drainase untuk Atasi Genangan
Masalah lingkungan juga turut diselesaikan oleh Pemdes Blado Kulon. Karenanya pembangunan lainnya yang akan dilakukan pemdes adalah membangun sebuah drainase sepanjang 110 meter di RT 13/RW 2 Dusun Jurangan. Lokasi tersebut berada di tengah-tengah pemukiman penduduk. Saat hujan lingkungan sekitar kerap tergenang karena air hujan tidak dapat dialirkan dengan baik. Genangan tersebut membuat lingkungan tidak nyaman.
Bendahara Desa Blado Kulon Dawud mengatakan jika saat ini pihaknya juga tengah memetakan beberapa beberapa infrastruktur lainnya yang akan dibangun. Nantinya infrastruktur tersebut akan dibangun menyesuaikan anggaran yang ada.
"Drainase dibangun karena memang belum ada saluran pembuangan. Kalau hujan deras, air menggenang. Lingkungan tersebut dihuni oleh 24 kepala keluarga," kata Dawud.
Dawud menjelaskan jika pemdes juga menganggarkan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 3 unit. Pembangunan ini dirasa perlu. Sebab rumah milik warga yang akan dibangun memiliki kondisi yang rusak berat. Jauh dari rasa nyaman.
Ia menuturkan jika ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi warga yang menjadi sasaran pembangunan RTLH. Seperti hidup sendiri atau janda yang sudah tidak bekerja. Memiliki usia yang cukup renta. Tidak memiliki keluarga. Serta masuk kategori warga miskin. Karena itulah perlu bantuan dari pemerintah desa untuk membangun rumahnya.
"RTLH juga akan kami bangun tahun ini. Ada beberapa rumah yang masuk kategori layak penerima bantuan ini," pungkasnya. (ar/fun/*)
APBDes Pemerintah Desa Blado Kulon Tahun Anggaran 2023
| PENDAPATAN | |
| Pendapatan Asli Desa | Rp 44.590.944,00 |
| Pendapatan Transfer | Rp 1.760.638.637,00 |
| JUMLAH PENDAPATAN | Rp 1.805.229.581,00 |
| BELANJA | |
| Belanja Pegawai | Rp 321.256.464,00 |
| Belanja Barang dan Jasa | Rp 547.826.117,00 |
| Belanja Modal | Rp 600.747.000,00 |
| Belanja Tidak Terduga | Rp 293.688.405,93 |
| JUMLAH BELANJA | Rp 1.763.517.986,93 |
| SURPLUS / (DEFISIT) | Rp 41.711.594,07 |
| PEMBIAYAAN | |
| Penerimaan Pembiayaan | Rp 13.288.405,93 |
| SILPA Tahun Sebelumnya | Rp 13.288.405,93 |
| Pengeluaran Pembiayaan | Rp 55.000.000,00 |
| Penyertaan Modal Desa | Rp 55.000.000,00 |
| PEMBIAYAAN NETTO | (Rp 41.711.594,07) |
| SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN | Rp 0,00 |