Ketersediaan air bersih sangat vital. Hampir setiap aktivitas sehari-hari membutuhkan air bersih. Mulai untuk konsumsi hingga untuk kebutuhan lainnya.
Sementara di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, tak semua wilayah memiliki sumber air yang bagus. Ada beberapa dusun yang kesulitan air bersih saat kemarau.
Kondisi itu pun jadi perhatian Pemerintah Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan. Penyediaan air bersih kemudian dipenuhi oleh pengadaan air yang dikelola oleh pemerintah desa. Untuk pemerataan pengguna air bersih, disusun sebuah kebijakan yang mampu mengakomodasi kebutuhan pemenuhan air bersih.
"Ada beberapa dusun yang belum memiliki sumber air. Sehingga, perlu disuplai dengan sumur bor yang dikelola oleh desa," kata Sekretaris Desa Banjarsawah Mahmud.
Saat ini, telah dibuat sebuah sumur bor yang memiliki kedalaman 35 meter. Lokasinya di RT 11/ RW 2 Dusun Jerukan. Sumur bor itu dioperasikan dengan menggunakan pompa visibel. Dilengkapi dengan tandon induk berkapasitas 2.000 liter.
Dari tandon induk ini, kemudian air bersih didistribusikan pada 6 tandon pembagi yang menyebar di tiga dusun. Meliputi Dusun Jerukan, Arisan, dan Pancoran.
Keberadaan sumur bor ini pun memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Sampai saat ini, tercatat 250 kepala keluarga (KK) pengguna air bersih. Air yang sudah disalurkan menuju rumah mampu memenuhi kebutuhan warga.
Warga pun tidak lagi kebingungan stok air bersih meski dalam kondisi kemarau. "Kalau pemanfaatan air bersih sudah sekitar lima tahunan. Namun, setiap tahunnya kami lakukan peningkatan. Baik dengan menambah jumlah jangkauan aliran. Atau dengan menambah jumlah tandon," bebernya.
Kepala Desa Banjarsawah RM. Amad Wahyudi mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan pemetaan wilayah mana saja yang memerlukan saluran air bersih. Nantinya jika ditemukan wilayah yang membutuhkan, pemdes akan melakukan program pipanisasi.
Dijelaskan kades, peningkatan fasilitas terus dilakukan secara bertahap. Tujuannya untuk meningkatkan kepuasan pengguna air.
"Sampai saat ini pendapatan dari air bersih masih kami gunakan untuk biaya operasional pemeliharaan saluran air. Yang terpenting, pemenuhan kebutuhan air bersih dulu," ucapnya.
APBDes Pemerintah Desa Banjarsawah Tahun Anggaran 2023
PENDAPATAN
Pendapatan Asli Desa – Rp 24.000.000,00
Pendapatan Transfer – Rp 1.640.792.466,00
JUMLAH PENDAPATAN – Rp 1.664.792.466,00
BELANJA
Belanja Pegawai – Rp 360.158.520,09
Belanja Barang dan Jasa - Rp 652.344.948,00
Belanja Modal – Rp 443.574.800,00
Belanja Tidak Terduga – Rp 182.915.150,00
JUMLAH BELANJA – Rp 1.638.993.418,09
SURPLUS / (DEFISIT) – Rp 25.799.047,91
PEMBIAYAAN
Penerimaan Pembiayaan – Rp 29.200.952,09
SILPA Tahun Sebelumnya – Rp 29.200.952,09
Pengeluaran Pembiayaan – Rp 55.000.000,00
Penyertaan Modal Desa – Rp 55.000.000,00
PEMBIAYAAN NETTO - Rp (25.799.047,91)
SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN – Rp 0,00
Perjelas Wilayah Desa, Bangun Gapura
Wilayah administratif desa menjadi dasar pelaksanaan pembangunan desa. Di samping itu, juga menjadi salah satu penanda perbatasan suatu desa.
Untuk memberi penanda, Pemdes Banjarsawah membangun sebuah gapura pembatas desa di sisi sebelah utara. Berbatasan dengan Desa Sumberbulu.
"Kami bangun sebuah gapura masuk desa. Realisasinya akhir tahun lalu," kata Kepala Desa Banjarsawah RM. Amad Wahyudi.
Gapura yang dibangun cukup kokoh, dengan konstruksi dasar beton. Memiliki tinggi sekitar 5,6 meter dengan lebar 6 meter. Adanya gapura ini menjadi suatu penanda atau identitas wilayah Desa Banjarsawah pada sisi sebelah utara.
Pemasangan gapura pada sisi sebelah utara bukan tanpa alasan. Sebab, jika ditarik garis lurus ke arah utara akan tembus menuju jalan Pantura.
Arus kendaraan dari ruas jalur tersebut cukup padat, baik kendaraan masuk maupun keluar desa. Sehingga, dirasa perlu adanya sebuah gapura untuk mempermudah warga masuk dan mengenal desa. Sebab, di desa setempat juga terdapat wisata Tirta Ronggojalu. Beberapa pengunjung yang tidak pernah mengunjungi wisata tersebut pernah kesasar karena tidak ada penanda wilayah.
"Pengunjung atau warga dari daerah lain yang ingin datang sudah tidak khawatir lagi. Nama desa sudah terpampang jelas pada gapura kokoh tersebut," beber Kades.
Bakal Tingkatkan Kualitas Jalan Poros Desa
Keberadaan infrastruktur menjadi salah satu atensi Pemerintah Desa Banjarsawah. Sebab, baik tidaknya kondisi infrastruktur sangat memengaruhi aktivitas mobilisasi desa.
Beberapa ruas jalan telah dipetakan. Namun, karena anggaran terbatas, maka pembangunan jalan poros desa menjadi rencana prioritas bidang infrastruktur.
Kepala Desa Banjarsawah RM. Amad Wahyudi mengatakan, saat musyawarah yang dilakukan bersama beberapa pihak dan perangkat desa, ada ruas jalan yang perlu dan harus dibangun. Sebab, kondisinya sudah tidak layak. Sudah hancur. Bahkan, ruas jalan meninggalkan lubang yang cukup dalam.
Kondisi itu tentunya membuat warga yang melintas jauh dari rasa aman dan nyaman. Rawan kecelakaan. "Pembangunan jalan untuk tahun ini kami prioritaskan jalan poros desa. Selain banyak yang melintas, kegunaannya pun beragam," katanya.
Ruas jalan tersebut yang akan dibangun di antaranya adalah jalan sepanjang 1 kilometer di RT 7-8/ RW 2 Dusun Arisan. Selanjutnya jalan sepanjang 500 meter di RT 16-17/RW 3 Dusun Pancoran. Dan jalan sepanjang 250 meter di RT 4-5/RW 1 Dusun Krajan.
Ketiga ruas jalan tersebut merupakan akses menuju permukiman padat penduduk. Sekaligus wilayah menuju lahan pertanian milik warga.
Kondisi jalan sebelumnya memiliki konstruksi aspal. Namun, karena telah termakan cuaca dan waktu, maka kondisi jalan menjadi rusak.
Wahyudi mengatakan, nantinya pembangunan tetap akan memakai konstruksi aspal. Bagian jalan yang hancur akan dibangun ulang. Baik dengan menambahkan jalan makadam kemudian dilapisi dengan aspal.
Sementara ruas jalan yang masih layak dan memungkinkan, akan dibangun dengan konstruksi aspal lapisan penetrasi (lapen).
"Survei lokasi sudah dilakukan. Memang ada yang memiliki kerusakan parah sampai makadamnya hilang. Sementara, ada juga yang makadamnya masih tersisa. Karena itulah pembangunan menyesuaikan kondisi jalan," tuturnya. (ar/mie) Editor : Jawanto Arifin