Jalan yang nyaman menjadi harapan masyarakat desa. Semua mobilitas dilakukan dengan memanfaatkan jalan. Baik jalan poros desa maupun jalan setapak di tengah permukiman padat penduduk. Karenanya, kualitas jalan yang baik menjadi sasaran pembangunan Pemerintah Desa Bulujaran Lor.
Bendahara Desa Bulujaran Lor Urip mengatakan, pemerintah desa menargetkan kondisi jalan poros desa lebih nyaman. Karena itu, tahun ini ada sejumlah jalan yang akan diperbaiki. Salah satunya sepanjang 800 meter di RT 5/RW 2 Dusun Janten. Jalan ini akan diaspal dengan lapisan penetrasi (lapen).
“Jalan yang sebelumnya pernah diaspal telah mengelupas. Bagian dasar jalan yang berupa makadam masih utuh. Jadi, pembangunan dilakukan dengan aspal lapen," ujarnya.
Jalan ini merupakan penghubung tiga desa. Yakni, Desa Bulujaran Lor, Bulujaran Kidul, dan Desa Paras. Setiap pagi dan sore aktivitas pengguna jalan juga cukup padat. Di sekitar jalan ini juga terdapat permukiman padat penduduk. Mencapai 614 kepala keluarga (KK).
Juga terdapat lahan pertanian dan perkebunan milik warga seluas 44 hektare. “Jadi bisa dikatakan, ruas jalan ini begitu penting,” katanya.
Urip mengatakan, nyamannya kondisi jalan akan mempercepat mobilitas warga. Juga mempermudah warga menuju lahan pertanian dan perkebunan. Ketika masa panen tiba, kondisi jalan yang nyaman akan mempercepat proses pengangkutan hasil panen untuk dijual.
Cepatnya proses penjualan akan mengurangi biaya operasional. Pengeluaran petani juga dapat dipangkas, sehingga hasilnya bertambah. “Cepat menjual hasil tani, juga berimbas pada percepatan perolehan uang. Uang yang diperoleh bisa segera digunakan sesuai kebutuhan," bebernya.
APBDES PEMERINTAH DESA BULUJARAN LOR TAHUN ANGGARAN 2023
| Pendapatan | |
| Pendapatan asli desa | Rp 15.550.000,00 |
| Pendapatan transfer | Rp 1.434.372.236,00 |
| Jumlah pendapatan | Rp 1.449.922.236,00 |
| Belanja | |
| Belanja pegawai | Rp 350.511.120,00 |
| Belanja barang dan jasa | Rp 465.584.693,65 |
| Belanja modal | Rp 488.614.000,00 |
| Belanja tidak terduga | Rp 164.066.050,00 |
| Jumlah belanja | Rp 1.468.775.863,65 |
| Surplus / (defisit) | (Rp 18.853.627,65) |
| Pembiayaan | |
| Penerimaan pembiayaan | Rp 23.853.627,65 |
| Silpa tahun sebelumnya | Rp 23.853.627,65 |
| Pengeluaran pembiayaan | Rp 5.000.000,00 |
| Penyertaan modal desa | Rp 5.000.000,00 |
| Pembiayaan netto | Rp 18.853.627,65 |
| Sisa lebih pembiayaan anggaran | Rp 0,00 |
Siapkan 30 Unit PJU
Banyaknya jalan yang masih gelap kerap dikeluhkan warga Desa Bulujaran Lor. Pemerintah desa pun tidak tinggal diam. Tahun ini telah dialokasikan anggaran untuk pengadaan lampu penerangan jalan umum (PJU).
Desa Bulujaran Lor memiliki belasan ruas jalan. Baik jalan poros, jalan usaha tani, maupun jalan menuju permukiman penduduk. Sejauh ini masih banyak yang belum dilengkapi PJU.
Beberapa waktu lalu perangkat desa telah melakukan survei lapangan. Hasilnya, diputuskan tahun ini ada tiga dusun yang menjadi target pemasangan PJU. Meliputi Dusun Janten, Dulawang, dan Gunung Tempah. “Tahun ini akan kami lengkapi dengan PJU,” ujar Bendahara Desa Bulujaran Lor Urip.
Ada 30 unit PJU yang akan dipasang. Pemasangannya akan disesuaikan kondisi jalan. Jalan yang memiliki volume kendaraan tinggi, dekat permukiman, dan kondisinya gelap, akan diprioritaskan.
Pemasangannya akan dimulai dari jalan poros desa. Sebab, penggunanya lebih banyak. Setelah jalan poros desa rampung, akan dilanjutkan ke jalan permukiman dan pertanian. “Ruas jalan yang ramai, sementara kondisinya gelap, itu yang kami utamakan," ucapnya.
Pengadaan dan pemasangan PJU perlu dilakukan. Karena kondisi jalan yang gelap nantinya memiliki potensi kriminalitas yang tinggi. Beberapa jalan yang berbatasan dengan sungai juga rawan dilintasi saat malam hari. Kondisi seperti ini membuat warga khawatir. Bahkan, tak jarang warga menunda keluar rumah karena waswas.
“Jumlah PJU yang ada nantinya dibagi. Jalan yang gelap dan ruas jalan cukup panjang jumlah PJU-nya lebih banyak,” ujarnya.
Irigasi Mumpuni, Dongkrak Kesejahteraan Petani
Peningkatan kesejahteraan warga desa dapat dilakukan dengan berbagai cara. Bukan hanya dengan menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga. Hal ini juga bisa diwujudkan membangun infrastruktur serta sarana dan prasarana bagi mayoritas pekerjaan yang digeluti oleh warga desa.
Seperti dilakukan Pemerintah Desa Bulujaran Lor. Karena mayoritas warganya bekerja sebagai petani, pemerintah desa sangat memperhatikan infrastruktur bidang pertanian. Salah satunya irigasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
Bendahara Desa Bulujaran Lor Urip mengatakan, pihaknya akan membangun irigasi sepanjang 100 meter di RT 1/RW 1 Dusun Sabtuan. Irigasi ini masih berupa saluran tanah. Ketika debit air meningkat atau musim hujan, saluran mudah tergerus air.
Bahkan, bahu irigasi yang tak mampu menahan air sering ambrol, sehingga menyebabkan pendangkalan. “Irigasi yang belum pernah terjamah pembangunan akan kami bangun. Saat ini, irigasi di Dusun Sabtuan segera kami bangun,” katanya.
Urip menjelaskan, irigasi sepanjang 100 meter. Meski tidak terlalu panjang, namun memiliki daerah aliran luas. Sekitar 25 hektare lahan pertanian. Dengan irigasi yang kokoh, suplai air juga akan lebih merata.
Sebelumnya pemerintah desa juga pernah membangun irigasi di lokasi yang sama. Panjangnya 100 meter. Dengan wilayah pemanfaatan seluas 11 hektare. “Bangunan sebelumnya sudah difungsikan dan kondisinya kokoh," tuturnya.
Pemerintah desa juga akan membangun jalan usaha tani di RT 7/RW 2 Dusun Janten. Jalan sepanjang 80 meter itu akan dirabat beton. Jalan ini merupakan akses keluar masuk petani. Baik jalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda dua. Sekaligus menjadi akses penting petani saat membawa hasil panen.
“Saat ini kondisinya masih tanah. Kami bangun dengan konstruksi rabat beton agar lebih kokoh. Kalau dilintasi petani saat panen tidak mudah retak atau rusak,” ujarnya. (ar/rud) Editor : Jawanto Arifin