Pemerintah juga masih menggelar operasi pasar. Selain itu Bulog memastikan stok terbilang masih aman hingga Maret mendatang. Tepat sampai musim panen raya. Alasan inilah yang membuat Bulog yakin, di Probolinggo belum perlu mendatangkan beras dari Tiongkok.
Kepaca Cabang Bolog Probolinggo Muhammad Ramadhan mengatakan, memang rencana Gubernur Jawa Timur hendak mendatangkan beras FN dari Tiongkok. Nantinya beras itu akan diletakkan di Surabaya. Jika memang dibutuhkan, maka bisa digeser ke daerah.
Kendati demikian, untuk di Cabang Probolinggo sendiri sekarang ada sekitar 1.100 ton. Jika melihat kurva yang ada, angka tersebut masih aman hingga musim panen raya tiba. Sehingga bulog yakin Probolinggo tak perlu sampai datangkan beras dari Tiongkok.
“Untuk pasokan beras ini sebetulnya nasional. Jadi misalnya yang butuh pasokan itu daerah Banyuwangi, maka dari Bulog Pasuruan juga bisa memasok kesana, selagi ada surat perintah dari pusat. Sebab pasokan beras di bulog ini kan sifatnya nasional. Namun jika dilihat dari jumlah stok yang ada, di wilayah Cabang Probolinggo ini, maka akan aman sampai masa panen raya tiba,” terangnya.
Sebelumnya, bulog melakukan operasi pasar di Kabupaten Probolinggo yang menggelontorkan 100 ton beras. Beras sebanyak itu disebar ke-24 kecamatan yang ada. Adapun harga beras medium yang digelontorkan bulog yakni Rp 8.600. Masih dibawah HET yang harganya Rp 9.450 perkilo. (rpd/fun) Editor : Ronald Fernando