Kepala bidang pelayanan pengembangan perpustakaan Suryana Nuring Perbawani mengatakan bahwa minimnya kunjungan ini dikarenakan masih banyak orang belum mengetahui fasilitas pocadi. Sehingga pecinta literasi masih cenderung lebih memanfaatkan buku bacaan konvensional yang ada di perpusda.
"Pocadi hanya ada beberapa pengunjung, masih bisa dihitung dengan jari. Lebih banyak pengunjung yang ke ruang baca perpustakaan," ujarnya.
Pocadi merupakan bantuan dari Perpusnas yang ditempatkan di Kabupaten Probolinggo. Ini merupakan fasilitas tempat membaca yang menyediakan koleksi buku cetak dan buku digital (e-book). Koleksi e-book yang ada di Pocadi berasal dari konten yang tersimpan pada lokal server dan juga konten iPusnas.
Pocadi juga dilengkapi dengan perangkat pop up dan aplikasi untuk media promosi, kegiatan serta koleksi buku elektronik, audio dan video yang direkomendasi pada banner yang tersedia. Hal ini dilakukan untuk memudahkan akses informasi. Selain itu juga salah satu upaya untuk meningkatkan minat literasi kaum milenial yang lebih dekat dengan aplikasi.
Selain itu, untuk meningkatkan literasi pihaknya juga menargetkan bisa memberikan pelayanan di 320 lembaga taman baca dan pondok pesantren. Dalam memberikan pelayanan perpustakaan keliling, ada 6 armada yang dimiliki Dispersip. Di tahun 2022 terdiri dari 3 unit roda 4 dan 3 unit roda 3. Kemudian tahun 2023 ada tambahan roda 4 bantuan dari Perpusnas.
Untuk meningkatkan jumlah kunjungan perpustakaan ini pihaknya melakukan pembinaan ke guru-guru sekolah dan pustakawan. Juga melakukan promosi melalui dongeng keliling anak-anak dan konten-konten digital. Agar jumlah pengunjung perpustakaan lebih banyak diikuti dengan sarana prasarana lebih baik.
"Fasilitas yang ada terus kami maksimal, kami akan meningkatkan sosial agar nantinya bisa dimanfaatkan oleh pembaca dan pengguna," tuturnya. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin