Tak diangkutnya sampah juga disebabkan sejumlah hal. Di antaranya desa maupun pihak lingkungan lokasi sampah yang menumpuk tidak melakukan memorandum of understanding (MoU) perihal pengangkutan. “Karena tidak ada MoU, tidak akan kami angkut. Kami tahu sudah dua pekan yang lalu kalau menumpuk (sampah) di sana. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa, namun belum ada kejelasan,” ujar Kabid pengelolaan sampah DLH Kabupaten Probolinggo Iskandar.
Sikap tersebut dilakukan pihaknya guna memberi edukasi ke berbagai pihak. Sebab penanganan sampah, adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, dari hulu ke hilir. “MoU pengangkutan juga sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 80/ 2017 tentang tarif retribusi pengangkutan sampah dari TPS ke TPA,” bebernya.
Edukasi, menurut Iskandar, seluruh elemen masyarakat maupun pihak lainnya harus memiliki kesadaran akan penanganan dan pengelolaan sampah. Sikap yang dilakukan DLH, kata Iskandar, sebagai pecut agar pihak lainnya mau untuk peduli terhadap kesadaran pengelolaan sampah, misalnya bank sampah.
“Kami tidak menuntut sebenarnya harus MoU. Apabila ada kesadaran dan inovasi penanganan sampah, TPA yang menjadi tempat pembuangan residu sampah, dapat sesuai fungsinya."
Selain itu agar tidak manja. “Kami sudah sering kali mengakut sampah di sana. Tapi tetap saja begitu (menumpuk). Apabila kesadaran dan pengelolaan dari pihak lainnya tidak ada, maka akan terus seperti itu. Jadi kami harap ada kesadaran,” jelasnya.
Sisi lain, sekretaris desa (Sekdes) Wangkal, Gading Hilmatul Mauzun mengatakan, pihaknya memang tidak melakukan MoU dengan DLH. Sebabnya, sampah di sana berasal dari Pasar Wangkal dan sampah dari masyarakat luar Wangkal.
Lalu bagaimana proses penanganannya? Pemdes akan konsultasi dengan pihak kecamatan dan pihak pasar mengenai solusi penanganan sampah yang menumpuk tersebut. “Dulu sudah saya pasangi banner agar tidak membuang sampah di TPS itu. Tapi karena tempatmya terjangkau dari pasar, jadi masih banyak buang sampah di situ. Kami kesulitan di situ mas, karena bukan cuma warga Wangkal saja yang buang sampah ke situ,” ujarnya. (mu/fun) Editor : Jawanto Arifin