Beragam upaya dilakukan Dinas koperasi usaha mikro perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo. Sayang, sampai dengan tutup tahun target masih belum sesuai harapan. Sebab tidak sesuai dengan yang telah ditetapkan.
"Dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp 5.999.650.000, sampai tutup tahun terealisasi Rp 5.657.085.205," kata Staf Fungsional Penguji Mutu Barang DKUPP Kabupaten Probolinggo Aditya Arya Guntoro, Senin (9/1).
Dari hasil evaluasi, kekurangan capaian target yang paling menonjol terjadi pada pasar hewan. Di tahun 2022, virus PMK yang menyebar membuat permintaan daging sapi turun. Hal ini mempengaruhi aktivitas transaksi pasar hewan. Sebab masih ada perasaan waswas terhadap kondisi ternak yang ada di masyarakat.
Penjual dan pembeli tak banyak seperti sebelum adanya PMK. Dampak tersebut dirasakan pada tujuh pasar hewan yang ada di Kabupaten Probolinggo. Di antaranya Pasar Hewan Kecamatan Banyuanyar; Pasar Hewan Kecamatan Maron; Pasar Hewan Kecamatan Leces; Pasar Hewan Muneng, Kecamatan Sumberasih; Pasar Hewan Tambak Rejo, Kecamatan Tongas; Pasar Hewan Bucor, Kecamatan Pakuniran dan Pasar Hewan Kecamatan Besuk.
Aditya bilang, beberapa target lainnya yang menjadi tanggung jawab DKUPP sudah masuk kategori aman. Tidak ada kekurangan yang cukup menonjol. Hanya tersisa beberapa saja yang mendekati target. Kondisi tersebut dapat dikatakan normal. Sebab dalam pencapaian target masih bisa tertolong target lainnya yang melengkapi target global yang telah ditetapkan.
"Tidak dapat dipungkiri saat PMK melanda, pasar hewan begitu lesu. Kondisi seperti ini tentunya membuat retribusi mengalami penurunan drastis," ujarnya. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin