Bencana tersebut terjadi sekitar pukul 19.10. Saat itu lingkungan Desa Tanjungsari tidak seperti biasanya. Angin terasa lebih kencang. Tak lama kemudian angin tiba-tiba berembus semakin kencang. Hingga menyapu atap rumah warga. Atap rumah yang mayoritas menggunakan genting dan asbes kemudian berhamburan.
“Angin puting beliung terjadi di RT 9-10/RW 03, di Dusun Klompangan, Desa Tanjungsari. Ada 6 rumah yang atapnya rusak karena terkena angin,” kata Camat Krejengan Heriwahjudi.
Pascakejadian warga yang terdampak bencana ini pun tidak langsung membersihkan puing. Selang satu jam kemudian dan angin sudah berhenti. Warga kemudian mulai melakukan pembersihan. Beberapa warga bahkan mengecek keseluruhan bangunan. Khawatir ada sisi bangunan lainnya yang turut terdampak.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan pengecekan. Pembersihan pascakejadian juga dilakukan dengan peralatan seadanya,” bebernya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo kemudian mendapatkan informasi perihal bencana tersebut. Keesokan harinya melakukan asesmen pada wilayah terdampak.
Dari upaya yang dilakukan itu kemudian diketahui tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Rumah yang terdampak puting beliung hanya mengalami rusak ringan. Mayoritas atap yang strukturnya sudah rapuh berhamburan karena disapu angin. Sementara ada beberapa tembok rumah juga retak.
“Pengecekan sudah kami lakukan, rumah yang terdampak gentingnya banyak yang berhamburan dan pecah. Kami berikan bantuan genting pada warga yang terdampak. Warga pun dengan segera melakukan perbaikan atap setelah ada genting,” tuturnya. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin