Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tanggul Sementara di Pulau Gili Hanya Bertahan Semalam

Jawanto Arifin • Selasa, 3 Januari 2023 | 18:11 WIB
JEBOL: Tanggul sementara dari bambu dan karung berisi pasir yang rusak usai dihantam ombak. Jebolnya tanggul sementara ini membuat warga Gili Ketapang waswas. (Foto: Kesra Gili for Jawa Pos Radar Bromo)
JEBOL: Tanggul sementara dari bambu dan karung berisi pasir yang rusak usai dihantam ombak. Jebolnya tanggul sementara ini membuat warga Gili Ketapang waswas. (Foto: Kesra Gili for Jawa Pos Radar Bromo)
SUMBERASIH, Radar Bromo - Ombak besar dan cuaca ekstrem masih mengancam. Bahkan di wilayah pesisir, ombak besar hampir tiap hari terjadi. Di Pulau Gili Ketapang ombak bahkan merusak tanggul sementara yang dipasang sejak terjadi bencana yang merusak sejumlah bangunan Jumat (23/12) lalu.

Tanggul yang terbuat dari bambu dengan karung berisi pasir, hanya bertahan sehari saja. Setelah rusak, warga terus menerus melakukan perbaikan agar penahan ombak yang dibuat dari tumpukan karung pasir bertahan.

Kesra Desa Gili Ketapang Solehudin menerangkan, tanggul yang dibuat sementara tersebut persis hanya bisa bertahan semalam saja. Pasalnya tanggul tersebut kurang kuat untuk menahan ombak yang menerpa Pulau Gili. Lebih lagi, warga juga tengah mengantisipasi jika ada cuaca buruk seperti beberapa waktu lalu.

Tanggul itu adalah bantuan pemerintah dan dari kepolisian. “Setelah dihantam ombak pada malam hari besoknya sudah rusak kembali,” terang Solehudin, Senin (2/1) pagi.

Agar tidak sampai merembet masuk ke rumah warga. maka warga tiap hari melakukan perbaikan. Hampir tiap saat dicek. Sebab ombak besar datang tiap hari. Belum lagi saat bulan purnama dan membuat air pasang. Sehingga dikhawatirkan ada kejadian serupa.

https://radarbromo.jawapos.com/daerah/probolinggo/26/12/2022/polisi-tni-bantu-bangun-tanggul-sementara-di-gili-ketapang/



“Jadi kami juga antisipasi bencana susulan. Sebab, dari hitungan nelayan, akan ada sekali lagi kondisi seperti kemarin (Jumat, red). Sebab masih masuk bulan purnama,” bebernya.

Pada Jumat lalu, ombak ombak disertai angin kencang merusak tanggul, serta 12 rumah dan 25 kapal. Bahkan bangunan di ujung dermaga, hilang.

Melihat pentingnya tanggul penahan ombak tersebut, ia berharap segera ada bantuan untuk perbaikan tanggul sepanjang 800 meter yang ada di sisi utara Desa Gili Ketapang. “Tanggul ini sangat dibutuhkan warga agar airnya tidak sampai masuk ke permukiman. Jadi besar harapan kami untuk bsia mendapatkan bantuan perbaikan tanggul secepatnya.

Terpisah Kepala Perkimtan Kabupaten Probolinggo Hengki Cahyo Saputra menerangkan, untuk tahun ini pemerintah belum bsia mengalokasikan anggaran untuk perbaikan tanggul tersebut. Kendati demikian, ia akan melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak terkait guna mencarikan solusi bersama.

“Untuk yang tangkis (tahun ini, red) belum ada. Tahun sebelumnya sempat kami usulkan mengenai perbaikannya ke Provinsi. Tapi belum ada titik kepastian,” tandasnya. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin
#pulau gili ketapang #gelombang tinggi #cuaca ekstrem