Tanggul yang terbuat dari bambu dengan karung berisi pasir, hanya bertahan sehari saja. Setelah rusak, warga terus menerus melakukan perbaikan agar penahan ombak yang dibuat dari tumpukan karung pasir bertahan.
Kesra Desa Gili Ketapang Solehudin menerangkan, tanggul yang dibuat sementara tersebut persis hanya bisa bertahan semalam saja. Pasalnya tanggul tersebut kurang kuat untuk menahan ombak yang menerpa Pulau Gili. Lebih lagi, warga juga tengah mengantisipasi jika ada cuaca buruk seperti beberapa waktu lalu.
Tanggul itu adalah bantuan pemerintah dan dari kepolisian. “Setelah dihantam ombak pada malam hari besoknya sudah rusak kembali,” terang Solehudin, Senin (2/1) pagi.
Agar tidak sampai merembet masuk ke rumah warga. maka warga tiap hari melakukan perbaikan. Hampir tiap saat dicek. Sebab ombak besar datang tiap hari. Belum lagi saat bulan purnama dan membuat air pasang. Sehingga dikhawatirkan ada kejadian serupa.
https://radarbromo.jawapos.com/daerah/probolinggo/26/12/2022/polisi-tni-bantu-bangun-tanggul-sementara-di-gili-ketapang/
“Jadi kami juga antisipasi bencana susulan. Sebab, dari hitungan nelayan, akan ada sekali lagi kondisi seperti kemarin (Jumat, red). Sebab masih masuk bulan purnama,” bebernya.
Pada Jumat lalu, ombak ombak disertai angin kencang merusak tanggul, serta 12 rumah dan 25 kapal. Bahkan bangunan di ujung dermaga, hilang.
Melihat pentingnya tanggul penahan ombak tersebut, ia berharap segera ada bantuan untuk perbaikan tanggul sepanjang 800 meter yang ada di sisi utara Desa Gili Ketapang. “Tanggul ini sangat dibutuhkan warga agar airnya tidak sampai masuk ke permukiman. Jadi besar harapan kami untuk bsia mendapatkan bantuan perbaikan tanggul secepatnya.
Terpisah Kepala Perkimtan Kabupaten Probolinggo Hengki Cahyo Saputra menerangkan, untuk tahun ini pemerintah belum bsia mengalokasikan anggaran untuk perbaikan tanggul tersebut. Kendati demikian, ia akan melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak terkait guna mencarikan solusi bersama.
“Untuk yang tangkis (tahun ini, red) belum ada. Tahun sebelumnya sempat kami usulkan mengenai perbaikannya ke Provinsi. Tapi belum ada titik kepastian,” tandasnya. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin