Kabid Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Fakhrurrozi mengatakan, dari 15 SMP tersebut, 11 SMP di antaranya menggunakan Anggaran DAK. Sementara empat SMP lainnya menggunakan DAU. Sejumlah SMP yang menggunakan DAK di antaranya, SMPN 1 Krejengan, SMPN 1 Kuripan, SMPN 1 Lumbang, SMPN 1 Maron, SMPN 1 Pakuniran, SMPN 1 Tiris, SMPN 1 Sukapura, SMPN 2 Dringu, SMPN 2 Leces, SMPN 2 Lumbang, SMPN 2 Wonomerto, SMPN 3 Gading, dan SMPN 3 Maron.
Sementara keempat sekolah yang menggunakan DAU di antaranya, SMPN 3 Tiris, SMPN 2 Tegalsiwalan, SMPN 4 Wonomerto, dan SMPN 7 Sukapura.
“Rata-rata sekolah tersebut memang memerlukan perbaikan karena faktor usia bangunan yang sudah tua. Sebenarnya, penyebab butuh perbaikan ini tidak hanya usia, namun bisa karena terkena bencana dan sebagainya,” katanya,
Dari 11 sekolah yang menggunakan DAK, hingga saat ini sudah ada perbaikan yang tuntas 100 persen. Di antaranya, SMPN 2 Dringu dan SMPN 2 Lumbang. Sedangkan sisanya hingga kini masih dalam proses perehaban. “Sejauh ini capian perbaikannya beragam, ada yang sudah 70 persen seperti yang di Pakuniran, Krejengan 85 persen. Bahkan yang Kuripan sudah hampir selesai, progresnya sudah 95 persen,” ujarnya.
Ia menargetkan, proses perbaikan sekolah melalui DAK itu bisa segera tuntas. Sehingga, para murid dan guru bisa segera menikmati bangunan baru yang ada di sekolahnya masing-masing. (mu/fun) Editor : Jawanto Arifin