Upaya tersebut dilakukan lantaran anomali cuaca masih bisa terjadi. Hal itu dapat mempengaruhi distribusi listrik. Khususnya wilayah yang terdampak bencana hujan deras disertai dengan angin kencang.
Keterbatasan personel PLN membuat pemantauan gangguan listrik belum begitu maksimal. Sehingga perlu ada peran serta masyarakat untuk melaporkan jika masih terdapat gangguan pasokan listrik.
"Sampai dengan saat ini lingkungan terdampak hujan deras dan angin kencang masih kami pantau. Khususnya wilayah yang sebelumnya ditemukan tiang patah dan kabel putus," kata manajer ULP PLN Kraksaan, Rechi Novriadi, Selasa (11/10).
Rechi menuturkan jika pihaknya menyiagakan sebanyak 8 personel PLN. Mereka berkeliling kelima titik yang sebelumnya mengalami patah tiang dan kabel putus. Selain itu, pengecekan dan penyisiran potensi gangguan listrik juga dilakukan. Nantinya saat ditemukan kerusakan atau gangguan kelistrikan, petugas akan memperbaiki secepat mungkin. Sehingga aliran listrik dapat kembali normal.
"Masih kami dapatkan pengaduan gangguan listrik dari masyarakat. Langsung kami cek dan segera kami tangani," terangnya.
Ia menyebutkan bahwa sejauh ini kondisi aliran listrik pada wilayah yang sebelumnya mengalami tiang patah dan kabel putus sudah normal. Hanya saja beberapa titik lainnya belum terpantau mengalami gangguan listrik. Kendati demikian, penanganan dapat dilakukan dengan cepat karena hanya mengalami gangguan kabel saja.
"Ada yang luput dari pantauan mengalami kabel putus. Kondisi seperti ini bisa diperbaiki dengan cepat. Yang penting tiang listrik atau kabelnya tidak tertimpa pohon. Bagi masyarakat yang masih mengalami gangguan listrik diharapkan segera melaporkan. Nanti akan kami tangani," pungkasnya. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin