Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Anak Menangis saat Ayah Meninggal di Makam, Untungnya Ketemu Warga

Jawanto Arifin • Sabtu, 10 September 2022 | 14:36 WIB
LOKASI: Polisi berada di makam Cina di Desa Krampilan, Kecamatan Besuk, tempat jenazah Asan (inset) ditemukan Jumat (9/9) pagi. (Foto: Istimewa)
LOKASI: Polisi berada di makam Cina di Desa Krampilan, Kecamatan Besuk, tempat jenazah Asan (inset) ditemukan Jumat (9/9) pagi. (Foto: Istimewa)
KRAKSAAN, Radar Bromo - Warga Desa Rangkang, Kraksaan Jumat (9/9) pagi dibuat gempar. Saat warga melintas di jalan dekat makam Cina, ada balita berusia dua tahun yang menangis. Warga curiga karena balita itu sendirian. Hingga kemudian warga terkejut karena di sekitar makam, tergeletak jenazah pria.

Jenazah itu tak lain adalah Asan, 50. Warga Desa Krampilan Kecamatan Besuk. Sementara balita yang berusia dua tahun tersebut, ternyata anak Asan. Sang anak menangis karena sang ayah tak bergerak lantaran meninggal.

Singkatnya, warga kemudian mengetahui identitas Asan. Kemudian menghubungi pihak keluarga yang tak lama berselang datang ke lokasi. Kematian Asan pun meninggalkan kejanggalan bagi keluarga dan sempat menduga almarhum jadi korban kejahatan.

Photo
Photo
MERASA JANGGAL: Kerabat korban saat di rumah duka. (Foto: Istimewa)

Kecurigaan itu seperti yang diungkapkan Hamid, 51, salah satu kerabat korban. Sebelum ditemukan meninggal, mulanya Asan bersama dengan AN, anaknya yang baru berusia dua tahun, pamit untuk ke Dusun Kebangan. Asan hendak menyambangi keluarga, sekaligus caring atau berjemur. Asan memang punya kebiasaan berjemur untuk menjaga kesehatannya.

“Berangkat dari rumah pukul 07.00 dengan menggunakan sepeda motor Honda Vario,” kata Hamid, Jumat sore.



Hingga kemudian, sekitar pukul 10.00 pihak keluarga dihubungi bahwa Asan ditemukan tergelatak tak bernyawa di sekitar makam Cona. Secepatnya pihak keluarga menuju lokasi.

“Usai salat Jumat almarhum sudah dikebumikan,” terang Hamid. Namun yang membuat pihak keluarga curiga, ketika melihat kondisi jok motor Asan yang rusak. Kerusakan itu diduga akibat dibongkar paksa. Selain itu juga, informasi yang diterima Hamid melalui istrinya Asan, jika uang Rp 4 juta yang ada di lemarinya, tidak ada. Dimungkinkan uang tersebut dibawa oleh Asan.

Kecurigaan lain adalah saat jenazah Asan dimandikan. Di dada Asan terdapat seperti bekas cakaran. Kancing baju yang dikenakan Asan semuanya lepas. Celananya pun melorot.

“Itu yang bikin kami janggal. Namun jika memang murni pencurian, kami juga heran mengapa anak perempuan yang saat itu memakai dua gelang dan satu kalung, masih ada. Hanya saja satu gelangnya patah. Tapi semuanya masih ada. Namun uang yang diduga dibawa Asan senilai Rp 4 juta, tinggal 400 ribu. Uang itu diletakkan di topi yang kemudian dipakaikan helm,” katanya.

Pihak keluarga juga sempat heran. Usai kejadian, asa aparat yang datang. Namun aparat tersebut seolah mengintervensi agar pihak keluarga tidak membuat laporan.

“Harusnya kan ditanya. Berangkat jam berapa? Bawa apa? Nah, ini tidak. Malah seolah menekan dan bilang jika kasusnya dilanjutkan, maka jenazah harus dibongkar untuk diotopsi dan itu membutuhkan biaya. Karena kami keluarga tidak mampu, maka kami terpaksa ikut sarannya untuk tidak melanjutkan kasus itu,” kata Hamid pada saat dihubungi. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin
#makam cina #polsek kraksaan #penemuan mayat