Lubang itu diduga menjadi tempat maling masuk. Dengan membobol tembok samping barat, maling mengacak-acak seluruh ruangan di dalam kantor desa.
Kepala Desa Klampokan Bahriatun Nikmah mengatakan, pembobolan kantor desa itu diketahui pihaknya Senin (29/8) pagi. Saat itu, ia mendapat kabar dari perangkat desanya tentang kantor desanya yang dibobol maling. "Saya langsung ke balai desa. Tembok belakang sebelah barat sudah berlubang," katanya, Rabu (31/8).
Di balai desa, dia tidak hanya menemukan lubang. Dia juga mendapati berkas-berkas yang ada di meja berantakan. "Semuanya acak-acakan, berkas-berkas, kursi, dan 10 laci meja maupun laci lemari di ruangan saya berantakan," bebernya.
Setelah dicek, sejumlah barang inventaris desa sudah raib. Di antaranya, dua laptop bermerek Asus warna abu-abu dan Acer warna putih; IPad; dan monitor PC merek LG berwarna hitam.
"Dua laptop itu satu di antaranya digunakan sekdes, dan satunya pelayanan. IPad-nya sudah rusak yang diambil, dan PC-nya tidak terpakai. Sekitar Rp15 jutaan kerugiannya," ujarnya.
Ia sejatinya heran dengan adanya kejadian tersebut. Sebab, selain barang-barang yang dibawa oleh maling, di dalam kantor desa juga ada barang-barang yang bernilai tinggi jika dijual. Salah satunya, laptop yang biasa digunakan bendahara desa, sound system, dan proyektor, ada di dalam.
"Ada juga komputer tanpa PC itu di pelayanan tidak diambil. Juga ada beberapa barang lain yang tidak diambil," ujarnya.
Rasa heran kepala desa bertambah saat mengingat bahwa sejumlah berkas penting berada di laptop yang biasa digunakan sekretaris desa. "Sepertinya bukan maling lapar. Sebab kerugian material, tidak seberapa. Namun beban moralitas kepada warga atas perangkat sangat besar. Jadi kelihatannya perangkat tidak kompak, pasti ada sesuatu. Padahal di pemerintah enak-enak saja koordinasinya, tidak ada apa-apa," ujarnya.
Bahriatun menyebutkan jika di kantor desa itu setiap malam biasanya ditempati anak muda yang nongkrong untuk menikmati jaringan internet gratis. "Sampai pukul 23.00 masih ada orang di sini. Kan saya sediakan Wifi gratis, jadi pemuda yang di sini sekalian biasanya jaga-jaga," ujarnya.
Ia menyebutkan, pihaknya akan lebih memperketat keamanan di kantor desa tersebut. Termasuk akan memasang CCTV agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Sudah kami tambal tembok yang dibobol. Kami akan mencari pelakunya sampai ketemu, selain juga telah melapor ke polisi. Sebab, yang dicuri ini berkas-berkas penting," ujarnya.
Di sisi lain, Kanit Reskrim Polsek Besuk Bripka Fajar Prajawanto saat dikonfirmasi melalui panggilan WhatsApp membenarkan peristiwa pencurian tersebut. Ia mengaku kalau pihaknya sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)
"Kami sudah libatkan sejumlah tim untuk melakukan olah TKP beberapa waktu lalu. Termasuk tim identifikasi Polres Probolinggo," katanya. (mu/fun) Editor : Jawanto Arifin