Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi mengatakan, simulasi ANBK merupakan salah satu terobosan. Dengan rangkaian kegiatan yang dilakukan, nantinya akan bermuara kepada kelancaran pelaksanaan sesungguhnya.
Kegiatan ini memudahkan seluruh warga sekolah. Terutama peserta didik untuk mengikuti asesmen nasional. “Asesmen nasional merupakan input atau data bagi rapot pendidikan. Karena itu, perlu dilakukan simulasi agar warga sekolah, terutama peserta didik benar-benar mengerti,” ujarnya.
Dari kegiatan ini, akan mendapatkan kemudahan saat pelaksaan riil ANBK. Sehingga jawaban dari warga sekolah menjadi lebih objektif dan realistis. Sesuai kondisi riil di sekolah.
Simulasi ANBK juga dapat menjadi media pendampingan. Dengan itu, semua pendidik harus mampu menerapkan dan menguasai ANBK. Serta, menguasai dan mampu mengimplementasikan sesuai kebutuhan saat ini.
Bukan hanya itu, juga untuk mengetahui sejauh mana kinerja mereka berkaitan dengan literasi dan numerasi. Asesmen ini perlu pembiasaan anak setiap hari. Simulasi asesmen sendiri untuk mengetahui sejauh mana kopetensi anak terhadap materi-materi yang sudah diterima.
Jika dalam pelaksanaan asesmen dijumpai kendala, baik teknis maupun pemahaman, akan menjadi satu bahan evaluasi. Tujuan akhir ANBK adalah memberikan kemudahan dan pemahaman sebelum pelaksanaan sesungguhnya.
“Dengan rangkaian simulasi, diharapkan warga sekolah benar-benar memahami apa yang dikerjakan. Sehingga saat pelaksanaan tidak kebingungan. Lebih lanjut bisa meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan,” ujarnya. (ar/rud) Editor : Ronald Fernando