Anggota Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Probolinggo, Silvia Verdiana mengatakan, pemangkasan dilakukan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo. Menyasar pada ruas jalan yang memiliki pohon tinggi dengan dahan rimbun. Namun menjorok ke ruas jalan. Sementara volume kendaraan yang melintas cukup tinggi.
"Angin cukup kencang. Ruas jalan yang rawan pohon tumbang perlu dipangkas. Ruas jalan tersebut diantaranya adalah jalan di Kecamatan Krejengan, Gading, Dringu, Tegalsiwalan, Bantaran, Gending, Banyuanyar, dan Maron," katanya saat dikonfirmasi Selasa (16/8).
Ia menjelaskan, jika berdasarkan informasi dari BMKG angin kencang ini dipengaruhi oleh adanya angin monsun Timur Australia. Akibat adanya pusat atmosfer bertekanan tinggi di benua Australia. Sehingga perlu diwaspadai potensi angin kencang terutama di siang-sore hari, yang merupakan waktu terjadinya kecepatan angin maksimum.
Ruas jalan yang menjadi sasaran pemangkasan, pada pagi hari hingga menjelang sore cukup padat kendaraan. Karena itu perlu ada mitigasi risiko bencana yang dapat diakibatkan oleh angin kencang. Terlebih lagi sampai ada pohon tumbang yang dapat menimbulkan korban jiwa.
"Untuk ruas jalan yang lainnya masih kami pantau. Jika memang berbahaya karena berpotensi tumbang karena angin kencang. Pemangkasan juga akan dilakukan," bebernya.
Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat melakukan hal yang sama. Yakni memangkas pohon yang sudah tua dan rimbun. Sebab hal ini dapat berpotensi tumbang.
"Pemangkasan pohon yang tua, tinggi, dan rimbun perlu dilakukan. Bukan hanya pada ruas jalan. Dekat pemukiman juga harus dilakukan," terangnya. (ar/fun) Editor : Ronald Fernando