“Kami baru saja berhasil mengambil sarang burung elang yang ada di SUTET daerah Paiton. Dikhawatirkan burung elang itu membawa makanan seperti ular dan mengenai penghantar yang jika terkena, listrik bisa langsung padam,” terang General Manager PLN UIT JBM Didik F. Dakhlan.
Saat pengambilan sarang burung elang itu, menurut Didik, PLN mengerahkan tim Pemeliharaan Jaringan dari Unit Layanan Transmisi dan GI (ULTG) Probolinggo. Pengambilan dilakukan mulai pukul 09.00 hingga 14.00. Disaksikan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) dan LSM Lestari.
“Berjalan aman dengan mengerahkan 22 personel gabungan UPT Probolinggo maupun BBKSDA. Saat pengambilan, kami juga lihat situasi terlebih dahulu. Apabila ada burung elangnya, kami tunda dulu,” lanjut Didik.
Sementara itu, Plh Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Wiwin Sepiastini menyampaikan, burung elang merupakan salah satu jenis hewan yang dilindungi. Sebab, populasinya hampir punah.
Karena itu, di samping menjaga sistem penyaluran tenaga listrik, pihaknya mengimbau agar PLN juga menjaga keberlangsungan hidup satwa. Salah satunya dengan cara mencegah elang membuat sarang di tower PLN. Sebab, dapat membahayakan keberlangsungan hidup satwa elang itu sendiri.
“Ke depan apabila ada pekerjaan seperti ini, kami selaku BBKSDA siap membantu dan berkolaborasi dengan pihak PLN,” ucapnya.
Seperti diketahui, sarang burung elang tersebut telah ada sejak tahun 2020. Namun, PLN harus mendapatkan izin dari BBKSDA untuk proses penanganan lebih lanjut. Keberadaan burung elang itu pun sempat menyebabkan gangguan sesaat pada 22 Juli. Sebab, kotorannya menempel pada penghantar. (*) Editor : Muhammad Fahmi