Usai kecelakaan, dia langsung dilarikan ke RSUD Waluyo Jati. Namun selang 13 hari kemudian, nyawanya tak mampu diselamatkan. Dia meninggal dunia Jumat (5/8) pagi.
Koordinator kamar mayat RSUD Waluyo Jati, Mujino, Eva diketahui meninggal oleh petugas kesehatan rumah sakit sekitar pukul 08.00, saat dia dirawat di Ruang Asoka. "Kemungkinan besar penyebab meninggalnya adalah gegar otak yang dialami saat kecelakaan," katanya, Jumat (5/8).
https://radarbromo.jawapos.com/kraksaan/23/07/2022/tunawisma-jadi-korban-tabrak-lari-enggan-dibawa-ke-rs/
Selama masa perawatan, tak ada satupun keluarga yang datang. Bahkan pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Probolinggo untuk menghubungi keluarga korban
"Identitas jelas dari pasien baru kami dapatkan setelah melakukan pemeriksaan sidik jari di Polres Probolinggo. Nah dari pihak kepolisian, sedang menghubungi Satlantas Kota Pasuruan yang menjadi tempat tinggal korban," ujarnya.
Sebelumnya, Eva masuk rumah sakit usai menjadi korban tabrak lari yang dialaminya di Jalan Panglima Sudirman. Usai kecelakaan, Eva langsung dilarikan ke RSUD Waluyo Jati. Proses evakuasi Eva berjalan alot. Karena sempat tidak mau dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.
"Saat sudah di rumah sakit, korban sempat keluar dan melarikan diri. Akhirnya Eva bisa dibawa kembali ke rumah sakit, menjelang malam oleh petugas, untuk mendapat penanganan medis dan perawatan," beber Mujino.
Setelah mengetahui meninggal, jenazah Eva dimasukkan ke lemari pendingin kamar mayat rumah sakit. Pihak keluarga, menurut Mujino, telah mengetahui hal tersebut.
"Alhamdulillah sudah suaminya ini sudah ada di RSUD Waluyo Jati. Namun, pemulangan dilakukan besok (hari ini, Red). Sebab masih terkait administrasi dan pihak keluarga masih mau mengurus klaim jasa raharjanya," ujarnya. (mu/fun) Editor : Jawanto Arifin