Selasa (2/8) ia akhirnya diciduk Satpol PP Kabupaten Probolinggo saat sedang mangkal di traffic light Kraksaan Wetan. Mul sendiri mengaku uang hasil ngamen-nya digunakan untuk makan sehari-hari.
Namun, pendapatan Mul sendiri cukup banyak. Bahkan saat diperiksa petugas, Mul didapati membawa kertas catatan. Berisi nama-nama warga dan nominal duit. Rupanya itu kertas catatan dari warga yang pinjam duit kepadanya.
https://radarbromo.jawapos.com/kraksaan/02/08/2022/pengemis-yang-nyawer-biduan-bawa-catatan-warga-pinjam-duitnya-rp-60-juta/
Total uang yang dipinjamkan itu cukup fantastis, mencapai Rp 60 juta. Bahkan, uang hasil ngamen juga didaftarkan haji. Ia mengaku sudah membayar uang muka Rp 5 juta untuk naik haji.
"Hasil ngamen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kalau nyawer hanya satu kali. Istri ada di Surabaya," ungkapnya. Namun, dari video yang beredar, ia beberapa kali kedapatan nyawer biduan.
Kepala Desa Alastengah, Kecamatan Besuk, Nahrawi mengatakan, Ahmad alias Mul adalah warganya. Di desa, Mul dikenal seperti alami gangguan kejiwaan.
Mul disebutkan orang yang mampu. Dia mempunyai empat anak dan enam cucu. Salah satu anaknya ada yang tinggal di Malang. Bahkan, disebut-sebut menjadi dosen di sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Malang.
"Keluarganya mampu, anaknya juga dosen. Tapi, Ahmad alias Mul ini dikenal stres. Jadi, warga memakluminya. Setelah viral kami harap keluarga bisa lebih memperhatikan agar tidak menimbulkan kegaduhan lagi," tutur Nahrawi.
Mul sendiri diamankan Satpol PP Selasa (2/8) siang saat ngamen di tempat mangkalnya. Yaitu, di lampu merah Kraksaan Wetan. Satpol PP sendiri mengamankan Mul setelah videonya viral. Video itu berisi rekaman tentang Mul yang menyawer seorang biduan. Sementara uang untuk nyawer itu diduga berasal dari aktivitasnya ngamen.
Mul sendiri sebenarnya sudah berkali-kali terjaring razia. Setidaknya sudah lima kali dia diamankan Satpol PP. Selama terjaring razia itu, Satpol PP memberikan teguran secara humanis.
Tetapi, setelah viralnya video sawer tersebut, Satpol PP bertindak lebih tegas. Koordinasi dengan Dinas Sosial dan TKSK Kecamatan Kraksaan dilakukan. Hingga kemudian Mul diamankan.
Rencananya, Mul akan dibina lebih lanjut. Namun, belum dapat dipastikan apakah dia akan ditempatkan di rumah singgah ataukah hanya tetap diberi peringatan.
"Sudah kami koordinasikan. Yang jelas akan kami berikan tindakan tegas. Operasi semacam ini akan terus kami gencarkan agar ulah seperti ini tidak terulang," terang Pejabat Fungsional Satpol PP Ahli Muda pada Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Budi Utomo. (ar/hn) Editor : Jawanto Arifin