Dua pemancing itu berasal dari Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Keduanya terseret gelombang saat memancing menggunakan perahu di perairan Klaseman, Minggu (24/7) siang.
Dari informasi di lapangan, angin kencang terjadi di wilayah perairan Klaseman Minggu siang. Namun, saat itu tiga pemancing dari Maron sedang memancing di rumpon, sekitar pukul 13.00.
Ketiganya yaitu Salman Maulana Ifan, Fauzi Ariyanto, dan Zulkifli, 20. Mereka berangkat ke rumpon menggunakan perahu buatan dari drum dengan mesin bekas pemotong rumput.
Sesampai di rumpon, Zulkifli memancing di atas rumpon. Sementara dua temannya memancing di atas perahu drum itu. Saat sedang asyik-asyiknya memancing, tali perahu yang diikatkan ke bambu di rumpon putus.
Begitu tali putus, perahu pun langsung terbawa gelombang laut. Dengan cepat, perahu pun bergerak ke tengah.
"Talinya yang diikatkan ke bambu putus. Anginnya kencang siang itu. Sehingga perahu cepat menjauh terbawa gelombang laut,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Salman dan Fauzi langsung panik saat mengetahui tali perahu terputus. Mereka makin panik saat perahu bergerak ke tengah laut, terbawa gelombang laut.
Ditambah lagi, mesin perahu tak kunjung menyala saat dihidupkan oleh keduanya. Jarak perahu pun makin jauh ke tengah, bahkan hampir hilang dari pandangannya.
"Dicoba dihidupkan tidak bisa, mesinnya mati. Sampai hampir tidak terlihat dari pandangan saya, terombang-ambing ke utara," ujar Zulkifli.
Beruntung, saat itu Zulkifli yang ada di atas rumpon membawa handphone. Kondisi sinyal pun baik. Dia pun langsung berinisiatif mencari pertolongan lewat facebook.
"Saya langsung buat laporan di salah satu group facebook tentang dua teman saya yang terbawa gelombang. Melalui laporan itu, saya meminta untuk disampaikan kepada Basarnas," katanya.
Anggota Basarnas Kabupaten Probolinggo Harianto mengatakan, kedua korban yang terbawa gelombang akhirnya diselamatkan warga pesisir Desa Gejukan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Mereka pun selamat.
"Tadi saya dengar laporan ada dua pemancing yang terbawa gelombang ke tengah laut. Tapi sudah diselamatkan nelayan Desa Gejukan dengan kapal fiber. Mereka lantas dibawa menepi," jelas Harianto. (mu/hn)
Editor : Ronald Fernando