Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cerita Dua Pemancing Naik Perahu Drum Terbawa Arus Laut di Gending

Ronald Fernando • Senin, 25 Juli 2022 | 18:16 WIB
DISELAMATKAN NELAYAN: Perahu dari drum bekas yang dipakai tiga warga Maron untuk mancing di perairan Klaseman, Kecamatan Geding. Dua di antaranya terbawa gelombang dan diselamatkan nelayan Desa Gejugan, Pajarakan. (Istimewa)
DISELAMATKAN NELAYAN: Perahu dari drum bekas yang dipakai tiga warga Maron untuk mancing di perairan Klaseman, Kecamatan Geding. Dua di antaranya terbawa gelombang dan diselamatkan nelayan Desa Gejugan, Pajarakan. (Istimewa)
GENDING, Radar Bromo – Meninggalnya seorang pemilik perahu mancing beberapa waktu lalu di perairan Klaseman, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, rupanya tidak membuat keder pemancing yang lain. Buktinya, aktivitas memancing tetap dilakukan di perairan setempat. Bahkan, menggunakan perahu yang kurang safety. Akibatnya, dua orang terseret gelombang laut saat mancing.

Dua pemancing itu berasal dari Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Keduanya terseret gelombang saat memancing menggunakan perahu di perairan Klaseman, Minggu (24/7) siang.

Dari informasi di lapangan, angin kencang terjadi di wilayah perairan Klaseman Minggu siang. Namun, saat itu tiga pemancing dari Maron sedang memancing di rumpon, sekitar pukul 13.00.

Ketiganya yaitu Salman Maulana Ifan, Fauzi Ariyanto, dan Zulkifli, 20. Mereka berangkat ke rumpon menggunakan perahu buatan dari drum dengan mesin bekas pemotong rumput.

Sesampai di rumpon, Zulkifli memancing di atas rumpon. Sementara dua temannya memancing di atas perahu drum itu. Saat sedang asyik-asyiknya memancing, tali perahu yang diikatkan ke bambu di rumpon putus.

Begitu tali putus, perahu pun langsung terbawa gelombang laut. Dengan cepat, perahu pun bergerak ke tengah.

"Talinya yang diikatkan ke bambu putus. Anginnya kencang siang itu. Sehingga perahu cepat menjauh terbawa gelombang laut,” ujarnya saat dikonfirmasi.



Salman dan Fauzi langsung panik saat mengetahui tali perahu terputus. Mereka makin panik saat perahu bergerak ke tengah laut, terbawa gelombang laut.

Ditambah lagi, mesin perahu tak kunjung menyala saat dihidupkan oleh keduanya. Jarak perahu pun makin jauh ke tengah, bahkan hampir hilang dari pandangannya.

"Dicoba dihidupkan tidak bisa, mesinnya mati. Sampai hampir tidak terlihat dari pandangan saya, terombang-ambing ke utara," ujar Zulkifli.

Beruntung, saat itu Zulkifli yang ada di atas rumpon membawa handphone. Kondisi sinyal pun baik. Dia pun langsung berinisiatif mencari pertolongan lewat facebook.

"Saya langsung buat laporan di salah satu group facebook tentang dua teman saya yang terbawa gelombang. Melalui laporan itu, saya meminta untuk disampaikan kepada Basarnas," katanya.

Anggota Basarnas Kabupaten Probolinggo Harianto mengatakan, kedua korban yang terbawa gelombang akhirnya diselamatkan warga pesisir Desa Gejukan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Mereka pun selamat.

"Tadi saya dengar laporan ada dua pemancing yang terbawa gelombang ke tengah laut. Tapi sudah diselamatkan nelayan Desa Gejukan dengan kapal fiber. Mereka lantas dibawa menepi," jelas Harianto. (mu/hn)

  Editor : Ronald Fernando
#cuaca probolinggo #kecelakaan laut #cuaca ekstrem