Senin (18/7), pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang disebar di dua titik. Tim pertama beranggotakan 20 orang. Terdiri atas Basarnas, BPBD Kabupaten Probolinggo, Tagana Kabupaten Probolinggo, dan relawan. Mereka mencari korban Alex di perairan laut Gending.
Sementara tim kedua beranggotakan 15 orang. Terdiri atas Satpolairud Polres Probolinggo, Basarnas, TNI AL, BPBD Kabupaten Probolinggo, Pramuka, dan KSOP. Mereka mencari korban di perairan laut Mayangan.
https://radarbromo.jawapos.com/probolinggo/18/07/2022/perahu-pemancing-karam-dihantam-ombak-di-gending-pemilik-hilang/
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Bromo, proses pencarian tim satu dilakukan dengan menyisir perairan laut Klaseman. Sekitar pukul 09.00 tim berangkat dengan menggunakan tiga perahu karet.
Mereka berlayar ke tengah pantai sejauh 4 mil dari bibir pantai. Lokasi tersebut merupakan titik pecahnya perahu milik korban sebelum akhirnya tenggelam.
“Kami menghimpun informasi dari nelayan dan warga setempat. Informasi awal tersebut kami jadikan acuan. Karena itu, tegak lurus ke utara kami sisir,” ujar Koordinator Basarnas Prahista Dian Yudi Winata saat ditemui di lokasi pencarian.
Selama dua jam lebih proses penyisiran dilakukan. Sayangnya, tidak ada petunjuk di mana posisi perahu tenggelam atau tanda-tanda lainnya yang mengarah pada korban. Akhirnya pukul 11.30 tim memperluas jangkauan penyisiran hingga sisi barat, yakni perairan laut Pajurangan.
“Tim yang turun mulanya mengikuti arus air dari utara ke timur. Karena tidak ada petunjuk, titik pencarian diperluas,” ungkapnya.
https://radarbromo.jawapos.com/probolinggo/18/07/2022/cerita-4-pemancing-terombang-ambing-8-jam-di-laut-usai-perahu-karam/
Kasatpolairud Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno yang tergabung dalam tim dua mengatakan, pencarian menggunakan kapal KSOP. Menyisir perairan pantai Mayangan, Kota Probolilnggo dan Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Kondisi perairan saat pencarian cukup tenang, sayangnya tidak menemukan pentunjuk korban.
“Sejauh ini tidak ada kendala dalam pencarian. Hanya saja memang belum ketemu. Beberapa titik bahkan sudah kami cari berkali-kali,” katanya saat dikonfirmasi.
Slamet memprediksikan korban terombang-ambing arus laut. Karena itulah perluasan jangkauan pencarian perlu dilakukan. Semakin banyak tim yang terlibat, maka proses pencarian dapat dilakukan dengan cepat.
“Sampai sore hari ini (Senin, Red) belum ada petunjuk. Pencarian akan kami lanjutkan besok. Mudah-mudahan cuaca bagus sehingga pencarian bisa berjalan lancar,” tandasnya. (ar/hn) Editor : Jawanto Arifin