Kepala Desa Tulupari, Zainul Arifin menceritakan, sebelum terjadi pencurian, pemilik masih sempat memberikan makan kepada sapi tersebut. Lokasi kandang dengan rumah Sunarwi, hanya sepelemparan batu. Berada sisi sebelah timur rumah korban.
Selama memberi makan, sesekali korban mengecek kondisi kandang. Selesai memberikan makan, korban kemudian balik ke rumah dan mengunci kandang.
"Seperti biasanya, sebelum tidur Sunarwi pasti memberikan pakan dan mengecek kandang. Setelah semuanya selesai, baru kembali ke rumahnya untuk istirahat," kata Zainul Arifin saat dikonfirmasi.
Keesokan harinya, saat Suwarwi hendak melaksanakan salat Idul Adha, dia merasa ada sesuatu yang mengganjal. Persis pukul 05.30, dirinya memutuskan untuk mengecek kandangnya lebih dulu, sebelum berangkat salat. Tak disangka, kandang sudah dalam keadaan terbuka. Dirinya kaget dan panik saat mengetahui dua sapi peliharaannya raib.
"Saat kejadian ada sekitar 7 orang di dalam rumah. Saat itu tidak ada yang mendengar suara yang mencurigakan. Tahu-tahu sapi berusia dewasa dan anakan sapi jenis Limosin, sudah tidak ada. Kemungkinan sapi dicuri pada dini hari," bebernya.
Korban lalu segera menghubungi perangkat desa setempat. Hingga akhirnya perangkat desa datang ke lokasi kejadian. Belasan perangkat desa dibantu warga, kemudian mencari. Mereka berpencar menyisir sisi sebelah selatan kandang yang mengarah ke Kecamatan Tiris dan Kecamatan Banyuanyar.
Saat pencarian, warga sempat menemukan jejak kaki sapi yang diduga kuat sapi milik Sunarwi. Jejak sapi mengarah ke Desa Rejing, Kecamatan Tiris. Sayangnya ketika mengikuti jejak sapi, tidak semuanya jejak jelas terlihat. Sampai di pertengahan jalan, jejak kaki mian tak terlihat.
"Kami memutuskan untuk segera mencari sapi. Jejak ditemukan namun tidak sampai ke lokasi sapi dibawa kabur. Di tengah perjalanan, jejak sapi tidak ditemukan. Sampai dengan sore hari masih terus kami cari," ungkapnya.
Di sisi lain, Kapolsek Tiris Iptu Agus Supriyanto mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan kehilangan sapi. "Hingga sore hari kami belum mendapatkan laporan dari korban," ujarnya singkat. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin