Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jembatan Krejengan Kini Sudah Bersih dari Sampah

Ronald Fernando • Jumat, 8 Juli 2022 | 16:10 WIB
SUDAH BERSIH: Larangan buang sampah yang ada di jembatan Krejengan. Saat ini di lokasi sudah bersih dari sampah. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
SUDAH BERSIH: Larangan buang sampah yang ada di jembatan Krejengan. Saat ini di lokasi sudah bersih dari sampah. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
KREJENGAN, Radar Bromo- Tumpukan sampah yang di timur Jembatan Krejengan, kini sudah tak terlihat lagi. Kondisinya saat ini sudah jauh lebih bersih. Hal itu setelah Pemerintah Desa Krejengan membuat kesepakatan penanganan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo.

Kepala Desa Krejengan, Nurul Huda mengatakan, bersihnya sampah di timur jembatan tersebut setelah pihaknya bersih-bersih bersama DLH beberapa waktu lalu. Usai dibersihkan, sampah dibawa Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Desa Seboro, Krejengan.

"Sudah kami bersihkan dan bekerjasama dengan pihak DLH. DLH yang menyediakan alat dan kami menyediakan biaya operasionalnya. Karena sudah cukup lama tidak tertangani, sampahnya sampai 4 truk," ujarnya.

Saat ini kontainer sampah sudah tidak lagi dipasang. Ia menyebutkan bahwa, sejumlah pengelolaan sampah telah dilakukan oleh pihaknya. "Untuk selanjutnya kami hanya bekerjasama dengan DLH berkenaan dengan izin membuang sampah ke TPA Seboro," bebernya.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi membenarkan adanya kerjasama yang dilakukan dengan Desa Krejengan. Dia menuturkan bahwa pihaknya telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah desa untuk izin pembuangan sampah ke TPA Seboro.

"Sampah sudah tertangani dan disitu sudah ada larangan membuang sampah," kata Dwijoko.

Selanjutnya dia mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi membuang sampah ke sungai. Selain merusak pemandangan hal itu juga bisa menghalangi arus sungai dan menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya banjir saat hujan lebat.



"Perlu adanya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama ke sungai. Kalau masyarakat yang ada di dataran tinggi tidak akan merasakan. Yang terkena adalah masyarakat yang ada dataran rendah dan di hulu sungai," jelasnya. (mu/fun) Editor : Ronald Fernando
#lingkungan kabupaten probolinggo #sampah kabupaten probolinggo