Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ketua PC NU  Kraksaan Wafat

Ronald Fernando • Rabu, 6 Juli 2022 | 16:22 WIB
BERPULANG: KH Syihabuddin semasa hidup.
BERPULANG: KH Syihabuddin semasa hidup.
KRAKSAAN, Radar Bromo -  Kabupaten Probolinggo kehilangan sosok kiai yang sederhana dan sabar, KH. Syihabuddin Sholeh. Ketua Tanfidziyah PC NU Kraksaan masa khidmat 2020-2025 itu meninggal, Senin (5/7).

Dia meninggal pukul 16.25 di RSUD dr Mohamad Saleh, Kota Probolinggo. Kiai Syihab –panggilannya- masuk rumah sakit pada Jumat (24/6) karena penyakit jantung yang dideritanya. Namun, tiga hari kemudian, Pengasuh Ponpes Darul Hikmah Desa Sidopekso, Kraksaan, tersebut meninggal.

Kepergian Kiai Syihab yang juga Sekretaris Umum MUI Kabupaten Probolinggo meninggalkan duka bagi sejumlah rekannya. Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo H Yasin mengatakan, kabar duka tersebut diketahuinya dari menantu almarhum, Ustad Tohirin.

Baginya, Kiai Syihab adalah sosok yang sangat tulus dalam memperjuangkan agama. Termasuk menyelesaikan masalah yang terjadi di masyarakat.

"Cukup dekat dengan saya, hampir 20 tahun kami bersama. Bahkan, di MUI," katanya.

Di matanya, Kiai Syihab adalah sosok yang supel. Sehingga bisa berkoordinasi dengan lintas sektor. Terutama saat menyelesaikan masalah yang terjadi di masyarakat, Kiai Syihab selalu cepat tanggap.

"Awalnya beliau masuk di komisi dakwah. Dalam persoalan apapun beliau sangat cepat merespons, apalagi permasalahan di masyarakat. Termasuk dalam penanganan keagamaan seperti penyimpangan aliran sesat. Sangat luar biasa," lanjutnya.



Kiai Syihab juga dikenal sebagai sosok penyabar. Bahkan, Yasin mengaku tidak pernah melihat almarhum marah selama 20 tahun bersama.

"Saya tidak pernah melihat beliah marah. Sangat penyabar," tuturnya.

Menurutnya, banyak jasa Kiai Syihab bagi Kabupaten Probolinggo, selain dalam masalah keagamaan. Salah satu ialah menjadikan kota Kraksaan menjadi ibu kota Kabupaten Probolinggo. Saat itu, almarhum menurutnya menjabat sebagai ketua Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Kabupaten Probolinggo tahun 2008.

"Pada masa beliau menjadi ketua FUIB dan Ketua MUI-nya saat itu KH Saiful Islam. Bersama-sama beliau berdua menjadi inisiator perpindahan kantor bupati ke Kraksaan. Dan kabupaten memiliki ibu kota yang saat ini menjadi kota Kraksaan" ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris PC NU Kota Kraksaan Fauzan Hafidzi menyebutkan, kondisi almarhum memang kurang baik beberapa waktu belakangan. "Kurang baik hingga masuk ke rumah sakit karena penyakit jantung,” ujarnya.

Rencananya jenazah kiai yang murah senyum tersebut akan dikebumikan pada pukul 21.00 WIB, malam ini (tadi malam). “Insyaallah, jenazah akan dimakamkan malam ini juga di pemakaman sekitar kediaman beliau,” ujarnya. (mu/hn) Editor : Ronald Fernando
#pc nu kraksaan #kiai wafat