Air terjun Madakaripura dipercaya masyarakat Tengger sebagai salah satu tempat ritual Mendak Tirta yang dianggap keramat. Tempat tersebut adalah pertapaan Patih Gajah Mada, seorang leluhur suku Tengger dan dikenal sebagai penguasa Nusantara.
Rombongan masyarakat Tengger berbondong-bondong langsung menuju titik untuk pengambilan air suci di mata air terjun Madakaripura. Beberapa sesaji hasil bumi yang dibawa untuk berikan doa di tempat suci air terjun Madakaripura. Dengan maksud minta izin ke Sang Pencipta untuk mengambil air suci di lokasi tersebut.
Selain Madakaripura sebagai tempat pengambilan air suci di wilayah Kabupaten Probolinggo, empat lokasi lainnya untuk dilakukannya pengambilan air suci. Yakni, sumber mata air Watu Klosot di Senduro, Lumajang; sumber mata air Widodaren Pasuruan; mata air Rondo Kuning Lumajang dan mata air Arjuno Malang.
Bambang Suprapto selaku Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo mengatakan, air suci yang diambil dari empat sumber mata air berbeda itu nantinya dikirab dan dibawa ke Pura Luhur Poten di Gunung Bromo. Air akan digunakan sebagai kelengkapan upacara Yadnya Kasada.
Kasada di Pura Luhur Poten di tengah lautan pasir Gunung Bromo sambil membawa air suci yang didapat dari Air Terjun Madakaripura. “Air suci terjun Madakaripura merupakan daerah keramat yang diketahui sebagai tempat pertapaan Patih Gajah Mada. Gajah Mada diakui sebagai leluhur suku Tengger, dan dikenal sebagai penguasa nusantara,” kata Bambang.
Sementara itu, Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko menjelaskan, masyarakat Kabupaten Probolinggo menganut berbagai macam agama telah menjalin kerja sama dan juga telah menjalin keharmonisan. Termasuk bersama-sama membangun Kabupaten Probolinggo. “Ini terus kita jaga kerja sama ini untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. (mas/fun) Editor : Jawanto Arifin