Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pasar Sapi Kian Sepi, Dulu Ratusan Pedagang, Kini Cuma Segelintir

Jawanto Arifin • Senin, 13 Juni 2022 | 16:19 WIB
TAK SERAMAI DULU: Pedagang sapi di Pasar Besuk membawa hewan ternaknya untuk dijual. Semenjak ada wabah penyakit mulut dan kuku, kini pemilik sapi kian waswas. (Foto: Dok. Radar Bromo)
TAK SERAMAI DULU: Pedagang sapi di Pasar Besuk membawa hewan ternaknya untuk dijual. Semenjak ada wabah penyakit mulut dan kuku, kini pemilik sapi kian waswas. (Foto: Dok. Radar Bromo)
BESUK, Radar Bromo - Sampai saat ini di Kabupaten Probolinggo memang tidak sampai muncul kebijakan penutupan pasar hewan. Pemerintah masih meyakini adanya penyakit mulut dan kuku (PMK) dapat diantisipasi. Hanya saja pasar hewan kini terpantau makin sepi.

Hanya segelintir pedagang yang dilaporkan datang untuk menjual sapinya ke pasar. Seperti yang terpantau Jawa Pos Radar Bromo di pasar hewan Besuk, biasanya sekitar pukul 09.00 Pasar Hewan Besuk, sudah ramai pengunjung maupun pedagang sapi sampai ke jalan raya. Namun, saat itu jalanan lengang dari para pedagang maupun pengunjung.

Murawi salah sorang peternak asal Besuk mengatakan, jika kondisi tersebut tidak hanya terjadi pasar hewan Besuk saja. Di pasar lainnya pun begitu. “Di pasar lain bahkan cuma tujuh sapi yang dijual ke pasar. Seperti di Pasar Banyuanyar pun begitu,” ujarnya, Minggu (12/6).

Ia mengatakan, sepinya pasar hewan tersebut lantaran adanya wabah PMK yang meresahkan para pedagang. Apalagi, banyak ternak pedagang yang sudah terjangkit PMK. “Yang sapinya sehat, takut mau ke pasar. Yang sakit ya gak bisa dibawa ke pasar. Penyebabnya PMK ini,” ujarnya.

Dengan adanya hal tersebut, lanjut Murawi, banyak pedagang sapi yang sementara beralih profesi. Bahkan ada yang iseng-iseng saat ini bekerja sebagai tukang bangunan. “Jadi apa saja sudah yang menghasilkan dikerjakan. Mau jualan sapi kan sudah gak bisa. Apa penghasilannya pas kalau tidak cari lainnya,” ujarnya.

Dengan kesulitan berdagang dan keresahan pada PMK ini, para pedagang berharap ada penganan serius dari pemerintah. Utamanya pada obat-obatan penyembuhan PMK.

“Katanya ada suntikan vaksin. Sampai saat ini belum ada. Ya kalau bisa gratis. Pengeluaran untuk pemeliharaan saat ini sudah banyak, karena sapi gak laku-laku, masak masih mau bayar kalau berobat atau vaksinnya,” ujarnya.



Sementara itu, kepala Pasar Hewan Besuk Hanan membenarkan adanya kondisi sepi pada sejumlah pasar hewan. Tak terkecuali di tempatnya. “Pasaran beberapa waktu lalu saja, ada 12 ekor sapi yang ada. Biasanya ada ratusan, sekarang cuma segelintir. Betul karena PMK. Kasihan pedagang, karena profesi berdagang sapi itu kan satu-satunya. Sulit cari nafkah mereka kalau sudah seperti ini,” bebernya. (mu/fun) Editor : Jawanto Arifin
#pasar hewan #pmk kabupaten probolinggo #wabah pmk #Penyakit Mulut dan Kuku