PENINGKATAN kualitas infrastruktur masih menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Desa Blimbing. Setiap tahun pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur terus dilakukan. Alasannya, kondisi geografis desa yang di perbukitan mengharuskan infrastruktur baik dan layak.
“Rencana pembangunan yang sudah kami susun bersumber dari usulan warga dan kondisi infrastruktur kami pertimbangkan. Selanjutnya, akan kami kelompokkan mana yang harus dilakukan dulu dan mana yang akan ditunda,” ujar Kepala Desa Blimbing Buhari.
Dari beberapa pertimbangan, kemudian diputuskan tahun ini ada proyek peningkatan kualitas jalan. Yakni, mengaspal jalan sepanjang 510 meter di Dusun Krajan. Jalan ini memiliki volume kendaraan yang cukup tinggi. Sebab, merupakan jalan utama desa. Melalui jalan ini, terdapat pemukiman yang dihuni 35 kepala keluarga.
Ruas jalan ini juga menjadi penghubung antardusun. Sejatinya, jalan ini sebelumnya sebagian sudah diaspal, sebagian lagi masih makadam. Kini, yang diaspal sudah rusak. Permukaan aspal terkelupas, karena termakan cuaca dan bobot kendaraan yang melintas.
Kondisi ini sering dikeluhkan warga. Khususnya saat masuk musim hujan. Jalan menjadi lebih licin. “Jalan ini menjadi satu-satunya akses menuju permukiman di desa. Karena itu, harus memiliki kondisi yang cukup baik. Bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi juga untuk keselamatan,” katanya.
Ia juga berencana membuka jalan baru. Dari Dusun Krajan menuju Dusun Kalibiru. Panjangnnya sekitar 1,5 kilometer. Pembuatan jalan baru ini penting, sebagai penghubung antardusun.
“Pembuatan jalan baru akan segera kami lakukan. Kami kerap mendapatkan keluhan dari warga. Belum ada akses yang menghubungkan Dusun Krajan dengan Dusun Kalibiru,” ungkapnya. (ar/rud/*)
Gelontor Bantuan, Tak Lupakan Kesehatan
BANTUAN Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT-DD) terus disalurkan. Tahun ini, pemerintah desa diharuskan mengalokasikan 40 persen dari dana desa untuk BLT-DD. Di Desa Blimbing, terdapat 102 keluarga yang mendapatkannya.
Jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun kemarin tercatat 160 KPM. Sebab, penyaluran bantuan telah diatur. Setiap KPM mendapat Rp 300 ribu per bulan.
“Penyaluran BLT-DD, jumlah anggaran yang diserap merupakan anggaran terbanyak yang telah kami susun,” ujar Kepala Desa Blimbing Buhari.
Penentuan KPM, kata Buhari, memerlukan proses panjang. Mulai dari pemetaan calon penerima, musyawarah desa, hingga verifikasi dan validasi. Sehingga, KPM ini merupakan warga yang benar-benar butuh dan berhak mendapatkan bantuan.
Di samping itu, tumbuh kembang balita juga menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Blimbing. Salah satunya dengan rutin memberikan makanan tambahan. Tujuannya, agar tumbuh kembang balita baik sesuai usianya.
Buhari mengatakan, Kegiatan Posyandu, prinsipnya sama dengan sebelum pandemi. Bedanya hanya mekanisme pelaksanaan. Melalui kegiatan ini, warga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.
Seperti pengecekan tumbuh kembang balita, baik tinggi maupun beratnya. Bahkan, tak jarang orang tua balita sharing tentang kesehatan. Ini dilakukan untuk mendeteksi dan mengantisipasi penyakit dalam tubuh.
“Pemenuhan gizi untuk balita juga kami perhatikan. Sebab, pada usia tersebut merupakan usia rentan. Sangat membutuhkan asupan gizi yang cukup. Terpenuhinya asupan gizi, tumbuh kembangnya juga akan baik,” jelasnya.
APBDES PEMERINTAH DESA BLIMBING TAHUN ANGGARAN 2022
Pendapatan
Pendapatan asli desa Rp 1.500.000,00
Pendapatan transfer Rp 1.146.311.926,00
Pendapatan lain-lain Rp 1.500.000,00
Jumlah pendapatan Rp 1.149.311.926,00
Belanja
Belanja pegawai Rp 236.750.880,00
Belanja barang dan jasa Rp 183.142.227,39
Belanja modal Rp 430.491.600,00
Belanja tidak terduga Rp 455.041.440,00
Jumlah belanja Rp 1.305.426.147,39
Surplus / (defisit) (Rp. 156.114.221,39)
Pembiayaan
Penerimaan pembiayaan Rp 156.114.221,39
Silpa tahun sebelumnya Rp 154.626.551,13
Penerimaan pembiayaan lainnya Rp 1.487.670,26
Pembiayaan netto Rp 156.114.221,39
Sisa lebih pembiayaan anggaran 0,00
(ar/rud/*) Editor : Fandi Armanto