Longsornya bahu jalan tersebut bermula saat wilayah Tiris diguyur hujan deras. sejak pukul 15.30. Hujan berlangsung hingga sore hari tidak kunjung mereda. Durasi hujan yang cukup lama disertai dengan intensitas hujan yang semakin deras. Saat jarum jam menunjukkan pukul 16.30, bahu jalan ambrol.
“Ruas jalan yang ambrol memiliki panjang 10 meter, lebar 3 meter dan tinggi 12 meter. Mengakibatkan akses jalan untuk kendaraan roda empat tidak bisa lewat,” kata Sekretaris Desa Andungsari, Ludianto, Minggu (8/5).
Ludianto menjelaskan jika bahu jalan yang longsor berada di sisi kiri ruas jalan Kecamatan Tiris menuju Kantor Desa Andungsari. Jalur tersebut sekaligus menjadi jalan penghubung utama menuju Desa Andungbiru. Sebenarnya ruas jalan tersebut telah dilengkapi dengan Tembok Penahan Tanah (TPT) sebagai penguat. Namun diduga karena konstruksinya sudah rapuh, sehingga tidak mampu menahan beratnya material tanah basah. Sehingga longsor pun tidak dapat dihindari.
“Tidak ada korban jiwa dalam kenjadian ini, namun warga harus waspada. Ditambah lagi saat ini masih kerap turun hujan. Jadi khawatir jalan semakin sempit terkikis air dan juga khawatir longsor susulan,” terangnya.
Sementara itu Kabid Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo, Sugeng Suprisayoga mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan assessment di lokasi kejadian. Ruas jalan yang menyempit dan tepi jalan yang curam dirasa berbahaya kemudian petugas memasang garis pembatas. Agar lokasi rawan dapat diketahui oleh warga dan berhati-hati saat melintas.
“Kami pasang garis kuning untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan dan kecelakaan. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait,” paparnya. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin