Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bahu Jalan Andungsari Tiris Longsor, Kini Hanya Bisa Dilalui Roda Dua

Jawanto Arifin • Senin, 9 Mei 2022 | 10:45 WIB
JALAN UTAMA: Bahu ruas jalan di Andungsari yang longsor. Kini jalan sementara tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat dan warga harus berhati-hati saat melintas. (Foto: Pemdes Andungsari for Jawa Pos Radar Bromo)
JALAN UTAMA: Bahu ruas jalan di Andungsari yang longsor. Kini jalan sementara tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat dan warga harus berhati-hati saat melintas. (Foto: Pemdes Andungsari for Jawa Pos Radar Bromo)
TIRIS, Radar Bromo - Hujan dengan intensitas deras masih terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo. Bahkan hujan yang terjadi di Kecamatan Tiris Sabtu (7/5) sore mengakibatkan bahu jalan setinggi 12 meter di Dusun Paleran, Desa Andungsari longsor. Kini ruas jalan tidak dapat dilintasi kendaraan roda empat. Pasalnya jalan semakin menyempit dan berbahaya.

Longsornya bahu jalan tersebut bermula saat wilayah Tiris diguyur hujan deras. sejak pukul 15.30. Hujan berlangsung hingga sore hari tidak kunjung mereda. Durasi hujan yang cukup lama disertai dengan intensitas hujan yang semakin deras. Saat jarum jam menunjukkan pukul 16.30, bahu jalan ambrol.

“Ruas jalan yang ambrol memiliki panjang 10 meter, lebar 3 meter dan tinggi 12 meter. Mengakibatkan akses jalan untuk kendaraan roda empat tidak bisa lewat,” kata Sekretaris Desa Andungsari, Ludianto, Minggu (8/5).

Photo
Photo
BAHAYAKAN PENGENDARA: Longsornya jalan di Andungsari membuat waswas pengendara yang melintas. (Foto: Pemdes Andungsari for Jawa Pos Radar Bromo)

Ludianto menjelaskan jika bahu jalan yang longsor berada di sisi kiri ruas jalan Kecamatan Tiris menuju Kantor Desa Andungsari. Jalur tersebut sekaligus menjadi jalan penghubung utama menuju Desa Andungbiru. Sebenarnya ruas jalan tersebut telah dilengkapi dengan Tembok Penahan Tanah (TPT) sebagai penguat. Namun diduga karena konstruksinya sudah rapuh, sehingga tidak mampu menahan beratnya material tanah basah. Sehingga longsor pun tidak dapat dihindari.

“Tidak ada korban jiwa dalam kenjadian ini, namun warga harus waspada. Ditambah lagi saat ini masih kerap turun hujan. Jadi khawatir jalan semakin sempit terkikis air dan juga khawatir longsor susulan,” terangnya.



Sementara itu Kabid Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo, Sugeng Suprisayoga mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan assessment di lokasi kejadian. Ruas jalan yang menyempit dan tepi jalan yang curam dirasa berbahaya kemudian petugas memasang garis pembatas. Agar lokasi rawan dapat diketahui oleh warga dan berhati-hati saat melintas.

“Kami pasang garis kuning untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan dan kecelakaan. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait,” paparnya. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin
#bpbd kabupaten probolinggo #longsor andungsari #longsor tiris