Direktur Perusda Rengganis, Suhud mengatakan bahwa unit usaha yang dikelola saat ini secara bertahap mulai bangkit. Sebab selama pandemi tahun lalu empat unit usaha yang berada dibawah pengelolaannya, masih belum dapat beroperasi. Hal ini karena adanya kebijakan larangan berkerumun yang harus dipatuhi selama pandemi.
“Unit usaha yang dikelola semuanya kami tutup, hanya satu unit usaha yang bergerak disektor perkebunan pisang yang masih jalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan jika pihaknya tahun ini berupaya membangkitkan serta menormalkan geliat unit usaha. Usaha dibawah pengelolaan Perusda Rengganis diantaranya adalah empat unit usaha yang dikelola menyasar di sektor jasa. Diantaranya GOR Sasana Krida Kraksaan, Pesanggrahan di Bremi Krucil, Kolam Pemandian Jabung Paiton dan Lapangan Tenis Kraksaan. Sementara satu unit usaha lainnya adalah kebun pisang. Pohon pisang ditanam pada lahan seluas 700 meter di Desa Bermi, Kecamatan Krucil.
“Untuk kebun pisang memang sudah jalan, tapi hasilnya hanya cukup untuk biaya operasional. Sementar empat unit usaha masih kami maksimalkan sejak januari lalu. Sebab trend pandemi covid-19 sudah turun,” ungkapnya.
Dari keseluruhan unit usaha yang ada, Suhud mengatakan jika GOR Sasana Krida yang paling potensial untuk mendapatkan pemasukan. Sebab pihaknya sudah bekerjasama dengan KONI. Memanfaatkan GOR sebagai tempat pemusatan latihan cabang olahraga. Nantinya sarana dan prasaran yang diperlukan bertahap akan dilengkapinya.
Disinggung terkait dengan target yang harus dicapai, Suhud mengatakan jika pihaknya tidak memiliki target pendapatan yang harus dicapai. Pasalnya saat ini masih tahap pemulihan unit usaha setelah pandemi melanda.
“GOR yang lebih potensial mendapatkan PAD. Sementara empat lainnya juga ada potens pemasukan. Tetapi tidak banyak mungkin hanya untuk biaya operasional usaha,” pungkasnya. (ar/fun) Editor : Ronald Fernando