Seperti di Kabupaten Probolinggo. Tahun ini akan kembali digelar bazar takjil di Alun-alun Kraksaan. Jauh sebelum digelar, pendaftaran lapak para pedagang sudah mulai terisi.
Koordinator pedagang pasar takjil Alun-alun Kraksaan Khairun Nisa' mengatakan, antusias masyarakat dalam gelaran bazar takjil cukup tinggi. Tercatat ada lebih dari 20 pedagang yang mulai mendaftarkan diri untuk dapat melapak.
"Sampai saat ini saja sudah ada 26 pedagang yang mendaftar. Ini bisa bertambah. Namun, untuk kuotanya, masih akan kami rapatkan kembali," katanya, Minggu (27/3).
Antusiasme para pedagang ini lantaran selama dua tahun terakhir bazar takjil memang cukup mengalami kendala. Bahkan, pada 2020 lalu tidak dilaksanakan.
"Pada 2021 memang digelar, hanya saja banyak pedagang yang enggan melapak. Sebab, masih waswas dengan korona," bebernya.
Ia menyebutkan, adanya bazar takjil ini diharapkan dapat mengangkat perekonomian pedagang saat Ramadan. "Kami menggelarnya kan secara pribadi. Jadi urunan, ada patokan tarif per lapaknya. Sebabkan ada sewa tenda dan sebagainya," ujarnya.
Sementara itu, sejauh ini untuk perizinan, pihaknya telah mengantongi dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo. Juga, tembusan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Setempat.
"Kami sudah izin ke sejumlah pihak termasuk kepada kecamatan selaku pemangku wilayah. Perihal teknisnya dan beberapa konsep lain masih akan kami rembuk dulu di kepanitiaan nantinya. Termasuk protokol kesehatannya," jelasnya. (mu/fun) Editor : Jawanto Arifin