Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

PWI Goes to Unuja; Harus Terima Perkembangan Informasi

Ronald Fernando • Jumat, 25 Maret 2022 | 17:23 WIB
BERBAGI ILMU: Ketua PWI Probolinggo Raya Ahmad Suyuti (pegang mik) ketika menjadi narsumber dalam kegiatan PWI Goes to Campus di Unuja Paiton, Kamis (24/3). (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)
BERBAGI ILMU: Ketua PWI Probolinggo Raya Ahmad Suyuti (pegang mik) ketika menjadi narsumber dalam kegiatan PWI Goes to Campus di Unuja Paiton, Kamis (24/3). (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)
PAITON, Radar Bromo- Di era globalisasi dan digitalisasi, perkembangan informasi sangat luar biasa. Karena itu, mau tidak mau harus diterima berbagai kalangan. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pun dituntut berperan serta, sehingga perkembangan itu menjadi hal positif.

Hal itu diungkapkan Ketua PWI Probolinggo Raya Ahmad Suyuti dalam kegiatan PWI Goes to Campus di Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton, Kamis (24/3). Menurutnya, PWI Goes to Campus merupakan salah satu progam PWI Probolinggo Raya. Tujuannya, untuk menjalin kerja sama dengan seluruh stakeholder di Probolinggo. Salah satunya dengan menggandeng perguruan tinggi.

Saat ini, kata Suyut, siapa saja bisa menjadi seorang “wartawan” tanpa lebih dahulu bersekolah. Dapat menyebarkan informasi di media sosial. Tetapi, dalam konsep jurnalistik, ada ketentuan dan aturan yang harus dipenuhi dalam menyebarkan informasi.

“Sebuah informasi dapat dijadikan sebuah berita. Dalam menyajikan berita, ada beberapa hal yang harus dipenuhi, sehingga layak untuk disampaikan,” jelas Direktur Jawa Pos Radar Bromo, tersebut.

Kegiatan ini digelar di Aula Pesantren Nurul Jadid. Selain dari PWI, kegiatan juga dihadiri oleh Rektor Unuja K.H. Abdul Hamid Wahid; Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi; dan Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian. Serta, 200 mahasiswa Unuja. Dalam kesempatan ini, juga di-launching Sekolah Jurnalistik Unuja.

Dalam sambutannya, K.H. Abdul Hamid Wahid mengatakan, saat ini perkembangan media sosial cukup pesat, sehingga tidak bisa dibendung. Dampaknya banyak sumber informasi yang dihasilkan. Baik informasi yang bersifat positif maupun negatif.

“Dengan kegiatan ini kami menyediakan ruang tersendiri bagi mahasiswa. Agar dapat melek teknologi. Agar nanti dapat memberikan informasi bermanfaat kepada masyarakat. Tidak hanya itu, juga mencegah informasi negatif dan tidak benar,” katanya.



Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengapresiasi atas di-launching-nya Sekolah Jurnalistik Unuja. Mengingat, pada era 4.0 sekarang, perkembangan di dunia maya sangat pesat.

“Universitas Nurul Jadid memiliki jumlah alumni yang sangat banyak. Jaringan akademisinya juga sangat banyak dan berpengaruh secara nasional. Dengan di-launching-nya Sekolah Jurnalistik, diharapkan mahasiswa ketika menyampaikan informasi maupun berita secara baik dan benar untuk khalayak umum dapat mengedepankan etika,” ujarnya. (ar/rud) Editor : Ronald Fernando
#PWI Probolinggo #universitas nurul jadid