Banjir genangan ini terjadi saat hujan dengan intensitas ringan dan deras mengguyur sejak pukul 16.10 hingga pukul 19.00. Pusat hujan di Kecamatan Gading, Krejengan dan Kraksaan mengakibatkan aliran Sungai Rondoningo, meluap ke permukiman warga.
Debit air terus meninggi. Hingga pada pukul 20.00 luapan air mulai masuk ke permukiman warga dan jalan. “Banjir terjadi dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter. Masuk ke dalam rumah warga sehingga perlu dilakukan evakuasi,” ujar Kasi Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Abdullah Selasa (15/3).
Dari data yang dihimpun, terdapat dua wilayah yang terdampak banjir ini. Di antaranya Kecamatan Kraksaan yakni di Jalan Resettlement RT. 5 /RW. 1, Desa Asembagus dan Dusun Asemkandang RT. 4/RW 2, Desa Asembagus. Dengan 4 rumah yang terdampak banjir genangan.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Krejengan yakni di Dusun Kasengan RT. 3/RW. 1, Desa Sumberkatimoho. Sebanyak 35 rumah yang dihuni oleh 105 jiwa terendam banjir. Sementara itu 20 rumah warga masuk ke dalam dapur. Tidak hanya itu air juga merendam sawah seluas 3 hektare milik warga desa setempat.
“Tim reaksi cepat (TRC) mendatangi lokasi untuk melakukan assessment. Selajutnya Pusdalops berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat melakukan evakuasi. Tidak ada korban jiwa. Air mulai berangsur-angsur surut pukul 21:57. Bersamaan dengan hujan yang reda,” tandasnya. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin