Dewi yang melihat ayahnya melambaikan tangan tak bisa berbuat banyak. Bocah asal Dusun Pekalongan, Desa Pedagangan, Kecamatan Tiris, itu pun hanya bisa menangis kencang hingga membuat warga setempat berdatangan.
Kejadian nahas itu terjadi sekitar pukul 08.00. Pagi itu, Rusdi dan anaknya itu datang di pinggir sungai setempat dengan mengendarai motor bebek. Mereka baru saja menjenguk saudara sakit yang sedang dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.
https://radarbromo.jawapos.com/utama/11/03/2022/buang-air-besar-di-sungai-pakelan-pria-asal-tiris-terseret-arus-sungai-pekalen/
Saat dalam perjalanan pulang itu, mereka memutuskan berhenti di sekitar lokasi untuk mencari jerami. Saat itu, Rusdi sang ayah sakit perut. Ia tak kuasa menahan. Hingga akhirnya memutuskan buang air besar di sungai setempat.
Saat Rusdi hendak turun ke tepi sungai untuk buang air besar, ia terpeleset. Ia jatuh ke sungai. Dewi melihat ayahnya itu melambaikan tangan sebelum tenggelam.
"Kata keluarganya, korban tidak bisa berenang. Sehingga saat hanyut, korban mungkin panik dan tenggelam," kata Mahfud, 40, salah satu warga yang sudah ada di lokasi kejadian sejak pagi.
Dari lokasi hanyut, sampai sekitar 30 meter ke hilir sungai, terlihat Rusdi melambaikan tangannya kepada anaknya.
"Sempat mengangkat tangan, anaknya kelihatan jelas katanya. Kemudian, ayahnya terus hanyut menuju hilir," imbuh Mahfud.
Sembari menangis kencang, Dewi pun meminta pertolongan. Tangisannya yang memekakan telinga itu terdengar oleh salah seorang warga yang melintas. "Kemudian ditanya warga, ada apa? Anaknya bilang kalau bapaknya tenggelam," jelas Mahfud.
Warga yang mengetahui pertama kali kejadian tersebut kemudian meminta bantuan ke warga lainnya, untuk melakukan proses pencarian. "Warga langsung menghubungi sejumlah pihak, polisi/TNI, kecamatan. Pencarian dilakukan," paparnya.
Sementara Dewi, seketika itu diantarkan pulang oleh warga setempat. Kemudian warga yang mengantar juga menghubungi istri korban, beserta anak pertamanya.
Sementara itu, Camat Pajarakan Rachmad Hidayat mengatakan, dari informasi yang diperolehnya, jatuhnya korban bermula ketika ia dan anaknya pulang dari RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Bapak-anak ini baru saja menjenguk kerabatnya yang dirawat di sana.
Sepulang dari RSUD Waluyo Jati Kraksaan, lanjut Rachmad, korban bersama anaknya hendak mencari jerami di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat itulah, korban yang merasa perutnya mules, memutuskan pergi ke sungai untuk buang hajat.
“Nah saat hendak BAB (Buang Air Besar) korban tiba-tiba terpeleset lalu terbawa arus. Sampai sekarang proses pencarian masih diupayakan dengan melibatkan berbagai pihak,” ungkap Rachmat. (mu/mie) Editor : Jawanto Arifin