------------
PAGU dana desa untuk Pemerintah Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, mencapai Rp 1.395.314.000. Dari anggaran miliaran rupiah itu, 20 persen di antaranya digunakan untuk mendukung program ketahanan pangan.
Tahun ini, ada dua irigasi yang mendapatkan perhatian Pemerintah Desa Patemon. Semuanya berada di Blok Keramat, Dusun Keloran. Pembangunannya telah disiapkan anggaran Rp 279 juta. Besaran dana ini 20 persen dari dana desa Pemerintah Desa Patemon.
Karena cukup panjang, pembangunannya akan dilakukan bertahap. Sekitar 128 meter akan dibangun pada tahap pertama pencairan dana desa. Kemudian, sekitar 200 meter lagi akan dibangun pada tahap kedua.
“Irigasi itu sebagian sisinya ada yang masih berupa tanah, sehingga harus dibangun. Titik berikutnya memang sudah rusak. Pembangunannya sudah ditunggu-tunggu petani,” ujar Pj Kepala Desa Patemon Ribut Sugiarto melalui Bendahara Desa Usman.
Selain untuk mendukung program ketahanan pangan, pembangunan irigasi ini sangat mendesak. Karena, sangat dibutuhan petani untuk memenuhi air lahan pertanian. “Karena banyak yang rusak, air juga mengalir ke bekas galian C. Sehingga tidak maksimal ke hilir,” jelasnya.
Dengan dibangunnya irigasi ini, Usman berharap bisa mendukung program ketahanan pangan yang digaungkan pemerintah pusat. Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104/2021 untuk mendukung program ini, pemerintah desa mengalokasikan 20 persen dana desa.
“Di desa ini petani menanam berbagai jenis tanaman setiap musimnya. Di antaranya, ada padi, jagung, tambakau, cabai, dan yang lain. Selain pasokan airnya lancar, kami harap pembangunan irigasi bisa mendukung program ketahanan pangan,” katanya.
KPM BLT-DD Meningkat 50 Persen
Jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan langsung tunai (BLT) dana desa di Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, tahun ini meningkat. Mencapai 156 KPM. Jumlah ini meningkat sekitar 50 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 100 KPM.
Seperti kebanyakan desa lain, Pemerintah Desa Patemon juga meyiapkan anggaran BLT-DD 40 persen dari jatah dana desa. Sehingga dibutuhkan anggaran sekitar Rp 561.600.000.
“Jumlahnya naik dari tahun lalu. Itu juga tidak terlepas dari kenaikan pagu dana desa yang kami terima tahun ini. Kami sesuaikan berdasarkan Perpres Nomor 104/2021. Yakni, 40 persen dan ketemu 156 KPM,” ujar Pj Kepala Desa Patemon Ribut Sugiarto melalui Bendahara Desa Usman.
Namun, penyalurannya belum bisa dilakukan. Karena, masih menunggu anggarannya turun dan rekomendasi Pemerintah Kecamatan Krejengan.
Menurutnya, data para KPM tidak berbeda jauh dengan data tahun lalu. Hanya ada tambahan 56 KPM. Pihaknya memastikan mereka benar-benar keluarga yang layak mendapat BLT DD. “Sesuai programnya, penerima BLT DD ini merupakan orang-orang yang tidak menerima bantuan dari pemerintah. Misalnya BPNT maupun PKH,” katanya.
Ia mengaku bersyukur dengan bertambahnya dana desa untuk Desa Patemon. Sehingga juga bisa meningkatkan jumlah KPM BLT-DD. Sebab, masih banyak warga yang membutuhkannya.
“Tahun lalu memang masih kurang, karena keterbatasan anggaran juga. Akhirnya, yang tahun lalu belum dapat, kami tambahkan tahun ini. Tentunya yang benar-benar layak dapat bantuan dari pemerintah ini,” ujarnya.
Tak Lupakan Penanganan Covid
Keamanan dan kenyaman akses transportasi tak luput dari perhatian Pemerintah Desa Patemon. Tahun ini, pemerintah desa akan melengkapi salah satu jalan dengan lampu penerangan jalan umum.
Jalan yang akan dipasangi lampu itu berada di Dusun Patemon Utara. Selain menjadi akses antardusun, jalan ini jalur menuju lapangan desa. Pemasangan lampu ini bertujuan untuk mendukung aktivitas warga, terutama pada malam hari.
Ada empat titik yang akan dipasangi lampu solar cell. Selain otomatis, keberadaan lampu penerangan jalan ini juga bisa menghemat pengeluaran pemerintah desa. “Pengadaannya diambilkan dari anggaran 32 persen dana desa yang diterima tahun ini,” ujar Pj Kepala Desa Patemon Ribut Sugiarto melalui Bendahara Desa Usman.
Selain untuk pengadaan lampu penerangan jalan, anggaran 32 persen itu juga akan digunakan untuk kegiatan lain. Di antaranya, pembayaran honor guru PAUD, kegiatan Posyandu, dan TP-PKK. Serta, untuk kegiatan karang taruna dan sejumlah program lainnya.
“Jika dihitung, anggaran 32 persen itu sebesar Rp 446.500.480. Kami gunakan untuk sejumlah pembangunan dan kegiatan. Seperti pemasangan lampu solar cell, bidang pendidikan berupa honor guru PAUD, dan bidang kesehatan melalui kegiatan Posyandu,” jelasnya.
Sementara, 8 persen dari dana desa dialokasikan untuk mendukung program penanganan Covid-19. Seperti untuk program pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). “Program penanganan Covid anggarannya Rp 111.625.120,” katanya. (uno/rud)