Dari total target sekitar Rp 277 miliar, PAD baru tercapai 210 miliar. Masih kurang sekitar Rp 66,9 miliar.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, target PAD Rp 277 miliar itu dialokasikan dari Pajak Daerah sebesar Rp 61,6 miliar. Dan hingga pertengahan Desember pemasukan dari Pajak Daerah mencapai sekitar Rp 59,4 miliar, sudah hampir 100 persen.
Selain itu, realisasi retribusi daerah yang ditargetkan Rp 17,6 miliar baru tercapai sekitar Rp 13 miliar.
Sumber PAD dengan realisasi terendah berasal dari sumber lain-lain pendapatan yang sah. Tahun ini, Pemkab Probolinggo menargetkan lain-lain pendapatan yang sah sekitar Rp 192 miliar. Namun, hingga saat ini baru tercapai Rp 132 miliar.
Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina menjelaskan, tahun ini daerah masih dalam suasana pandemi Covid-19. Hal itu berimbas pada realisasi capaian PAD Kabupaten Probolinggo.
Sampai menjelang akhir tahun, capaian PAS masih rendah. Tetapi, PAD dari sektor pajak daerah dan retribusi daerah sudah maksimal.
”PAD dari pajak daerah itu sudah mencapai 97 persen. Begitu juga retribusi daerah, capaiannya lumayan tinggi. Dari target retribusi daerah Rp 17 miliar, sudah tercapai Rp 13 miliar di tengah kondisi pandemi Covid-19,” tuturnya.
Dewi mengakui, capaian PAD saat ini cukup rendah. Masih kurang sekitar Rp 66 miliar untuk bisa mencapai target sebesar Rp 277 miliar. Pihaknya pun terus berupaya untuk memaksimalkan semua sektor penyumbang PAD. Namun, memang kondisi tahun ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.
”Realiasi capaian PAD tahun ini yang masih rendah dari lain-lain pendapatan yang sah. Salah satunya dari BLUD,” terangnya.
Sementara itu, Pimpinan DPRD Kabupaten Probolinggo Lukman Hakim mengatakan, sebenarnya pihaknya terus mendorong pemkab untuk memaksimalkan capaian PAD tahun ini. Namun, memang tahun ini masih dalam suasana pandemi Covid-19. Akibatnya, PAD sedikit tersendat.
”Kami sudah mendesak pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi PAD tahun depan. Sehingga realisasi capaian PAD tahun depan bisa maksimal. Tidak seperti tahun ini,” terangnya. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin