Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo Yahyadi hadir langsung dalam pengukuhan tersebut. Pejabat dari Forum Pimpinan Komunikasi Kecamatan (Forkopimka) Maron juga hadir.
KUB Maha Jaya beranggota sekitar 50 orang. Mereka merupakan generasi milenial. Selain dari Kecamatan Maron, anggota KUB yang bergerak di bidang peternakan ini juga berasal dari kecamatan lain di Kabupaten Probolinggo.
Pembentukan KUB Maha Jaya ditandai dengan pengukuhan yang dilakukan oleh Kepala Desa Brabe Sunardi. Usai dikukuhkan, dilanjutkan dengan penanda tanganan berita acara. Sepytan Hidayat, ditetapkan sebagai manajer. Sementara, ketua KUB dijabat oleh Nur Kholis, sekretaris dijabat Hadis, dan bendahara dipercayakan kepada Toyyib. Sementara, ketua dewan kelompok dijabat Imron.
Yahyadi mengatakan, pembentukan dan pengukuhan ini merupakan langkah awal dalam menjual dan mengembangkan produk. Khususnya, dari hasil peternakan. “KUB ini bergerak di bidang peternakan. Khususnya hewan ternak, kambing, domba, dan sapi,” katanya.
Ia mengaku bangga dan berterima kasih kepada anggota yang tergabung dalam KUB ini. Sebab, telah berupaya membangun sebuah kelompok yang bertujuan membangun perekonomian dari sektor peternakan. Dengan adanya KUB ini, pembangunan dari sektor peternakan bisa semakin menggeliat.
“Kami sangat bangga dengan kaum milenial yang tergabung dalam KUB ini. Anggotanya anak-anak muda semua. Kaum milenial. Ini menjadi salah satu modal positif dalam membangun Kabupaten Probolinggo melalui peran anak-anak muda,” ujar Dewan Pembina KUB Maha Jaya tersebut.
Usaha di bidang peternakan, kata Yahyadi, memiliki prospek cerah dan menjanjikan. Karenanya, melalui KUB ini diharapkan juga bisa membantu Pemkab Probolinggo dalam menurunkan angka kemiskinan. “Mari bersama-sama membantu memerangi angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Dalam menjalankan bisnis peternakan, KUB Maha Jaya telah membentuk pengurus atau pengelola. Mulai dari penasihat, dewan kelompok, hingga manajer. Bahkan, dalam menjalankan usahanya sudah ada tim yang mengurusi dari hulu sampai hilir. “Semuanya sudah terbentuk. Semoga apa yang direncanakan KUB ini bisa terlaksana dan sukses,” katanya.
Dalam waktu dekat, KUB Maha Jaya akan mengikuti kontes ternak kambing di Ponorogo. Kemudian, rencana ke depan pada 2022, KUB Maha Jaya akan mengadakan kontes ternak kambing. “Karena selain menjual daging, selama ini mereka juga menjual kambing dari segi postur untuk kontes ternak. Bahkan, ada kambingnya yang seharga Rp 100 juta, 1 ekor,” ujar Yahyadi.
Selain menjual langsung hasil ternaknya, selama ini dalam menjalankan usahanya, anak-anak muda tersebut juga memanfaatkan sistem online. Karenanya, hasil peternakannya sudah terjual luas ke berbagai daerah di Indonesia. “Karena mereka kaum milenial, dalam mempromosikan dan menjual hasil ternaknya juga sudah memanfaatkan sistem digital atau online,” jelasnya. (uno/adv) Editor : Jawanto Arifin