Siang itu, lelaki yang diduga mengalami gangguan jiwa itu mengamuk di Dusun Sumber, Desa Bulu. Bahkan, sejak lima hari lalu sudah berulah. Di sana, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) itu menempati sebuah rumah yang ditinggalkan pemiliknya.
“Setiap hari, terutama pada malam hari, dia (ODGJ) selalu memegang senjata tajam, seperti pisau, celurit, dan keris. Entah dapat dari mana barang-barang itu. Dia juga sering mengamuk. Karena takut, warga langsung melaporkan,” ujar salah seorang warga Desa Bulu, Absir, 46.
Selama ini, tidak ada warga yang berani menegurnya. Meski, ODGJ itu sering memotong tanaman tembakau milik warga dan merusak pipa air. Bahkan, pernah mengambil sepeda onthel milik warga. Namun, kemudian ditinggal begitu saja di pinggir jalan.
Juga pernah mencuri kotak amal di salah satu masjid sekitar dan merusak kabel listrik yang digunakan untuk aliran penerangan merajang tembakau. “Sempat juga merusak atap gardu di sawah dan asbes dapur warga. ODGJ ini juga sering membawa barang milik warga sekitar. Mulai dari ayam yang kemudian dibunuh,” jelasnya.
Namun, belum pernah melukai atau menyerang orang. Meski begitu, warga masih resah. “Tidak ngamuk ke orang. Hanya saja sangat meresahkan. Syukur sudah diamankan. Sebab, warga memang ketakutan,” ujarnya.
Koordinator Satpol PP Kecamatan Kraksaan Widodo mengatakan, ODGJ tersebut diamankan dan dibawa ke rumah singgah di Kecamatan Dringu. Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut.
“Nantinya akan dilakukan perawatan ke Rumah Sakit Jiwa di Lawang, Malang. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial. ODGJ ini sepertinya masih bisa disembuhkan,” ujarnya. (mu/rud)
Editor : Muhammad Fahmi