Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Mujoko mengatakan jika droping dan ditribusi vaksin terus dilakukan. Ketersediaan vaksin yang untuk disuntikkan kepada masyarakat harus terjamin. Agar vaksinasi yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar.
“Saat ini vaksinasi semakin gencar dilakukan, sebagai upaya mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus. Stok vaksin juga kami persiapkan, khususnya untuk vaksin tahap kedua,” katanya.
Mujoko mengatakan, hingga Senin (28/6) siang terdapat 30 ribu dosis vaksin yang akan digunakan untuk penyuntikan vaksin tahap kedua. Dengan rincian sebanyak 8 ribu dosis vaksin AstraZeneca dan 22 ribu vaksin Sinovac. Semuanya masih disimpan di dalam gudang farmasi milik Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.
“Saat ini yang ada di gudang farmasi nantinya akan didistribusikan kepada puskesmas,” ujarnya.
Untuk memebuhi stok vaksin yang sedianya akan disuntikkan kepada masyarakat, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur. Laporan harian secara rutin dikirim agar pemenuhan vaksin dapat dilakukan dengan segera.
Mujoko belum bisa memastikan kapan akan mendapatkan tambahan dosis vaksin AstraZeneca dan Sinovac. Sebab sistem pengiriman nantinya dilakukan langsung dilakukan oleh pihak penyedia.
Namun demikian pengiriman vaksin tetap didasarkan pada laju pelaksanaan penyuntikan vaksin di Lapangan. Hal ini mempengaruhi cepat lambatnya pendroppingan vaksin.
“Jatah vaksin akan dikirim ketika stok di provinsi sudah ada. Biasanya pengiriman vaksin dilakukan seminggu sekali. Tapi jumlah dosisnya tidak sama, kadang banyak kadang sedikit,” tutur Mujoko. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin