Beruntungnya, bisa alihkan fungsi trafo terbakar di mata hari ke trafo normal di ground tancak. Sehingga, satu mesin pompa dapat dioperasikan dengan sistem lokal dan integrasi atau bergantian.
Informasi dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, trafo milik PDAM meledak sekitar pukul 11.00, Kamis lalu (6/5). Empat pompa di mata air Tancak tidak dapat dioperasikan semua. Kepastian gangguan pada trafo setelah dilakukan pengecekan oleh petugas PLN, Kamis sore.
”Iya, trafo milik PDAM di mata air tancak meledak Kamis siang. Tadi (kemarin, red) pagi kami berhasil alihkan fungsi trafo terbakar ke trafo normal di ground Tancak. Sehingga, satu mesin pompa dapat dioperasikan,” kata Gandhi Hartoyo, direktur PDAM Kabupaten Probolinggo kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Akibat trafo PDAM meledak, dikatakan Gandhi, ribuan pelanggan PDAM di unit Tiris, Pedagangan, Condong, Maron dan Banyuanyar terganggu. Beruntungnya, hasil rekayasa pengalihan fungsi trafo, satu mesin pompa dapat dioperasikan. Sehingga, aliran air PDAM tidak mati total. Tetapi, aliran air PDAM ke pelanggan tidak lancar atau tidak deras.
”Solusi, sedang dibicarakan dengan pihak PLN tentang alternatif penyediaan trafo. Agar pelayanan normal. Karena, jika menunggu pengadaan trafo saat ini, baru bisa tiba ke Probolinggo setelah Lebaran. Karena terhambat adanya larangan mudik, transportasi tersendat,” terangnya.
Apa penyebab trafo milik PDAM meledak? Gandhi tidak dapat memastikan. Kemungkin akibat seringnya listrik padam di wilayah Tancak Tiris. Kemudian, voltase aliran listrik naik-turun atau tidak stabil.
”Trafo PDAM itu meledak juga bisa karena faktor usia. Umur trafo sudah 25 tahun lebih. Sehingga, sudah waktunya diganti. Untuk pengadaan trafo tidak bisa cepat terkait expedisi situasi lebaran,” terangnya. (mas/fun) Editor : Jawanto Arifin