Bazar takjil dibuka sejak awal Ramadan. Para pedagang mulai berjulan saat jarum jam menunjukkan pukul 15.00. Mereka menempati lapak yang sudah tersedia di bazar yang berada di timur alun-alun Kraksaan. Terhitung sejak dibuka, hanya segelintir pembeli yang datang.
Hal tersebut salah satunya diungkapkan Rizki, salah satu pedagang nasi uduk yang tiap tahunnya melapak dagangannya di gelaran bazar takjil. Dia menyebutkan dibanding dengan 2019 silam pengurangan para pengunjung hampir separo.
“Dibanding 2019 hanya setengahnya pengunjung yang datang. Di tahun-tahun sebelumnya saya bisa menghabiskan 8 sampai 9 kilogran beras. Nah tahun ini hanya separo,” ujarnya saat ditemui di lokasi bazar.
Adanya penurunan pengunjung dibanding 2019, diyakini Rizky, disebabkan lantaran tahun 2020 lalu bazar takjil ini tidak digelar. Sehingga dia beranggapan, kemungkinan pengunjung tidak mengetahui adanya bazar takjil pada tahun ini.
“Tahun lalu kan tidak digelar, mungkin karena itu. Banyak pengunjung yang tidak tahu kalau sekarang ada bazar takjil. Kalau 2019 itu pengunjungnya ramai sekali. Sebab kan masih belum pandemi,” ujarnya.
Sepinya bazar takjil tidak hanya terjadi kepada pengunjung saja. Namun pada para pelapak juga mengalami penurunan. Di tahun 2019 pelapak yang ada di bazar takjil bisa berjumlah 50-60. Nah, di tahun ini ini hanya ada sekitar 22 pelapak saja.
“Sangat sepi. Berbeda pada tahun sebelumnya yang bisa sampai 60,”ujar jumaah Ningsih koordinator bazar takjil alun-alun Kraksaan.
Sepinya pengunjung tersebut juga diungkap Fathul, salah satu remaja asal Kelurahan Sidomukti, Kraksaan. “Biasanya pelapaknya itu full, baik di barat jalan maupun Timur jalan. Kali ini ini hanya di sebelah barat jalan saja. Selain itu pengunjung yang memarkirkan kendaraan juga tidak sepadat tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. (mu/fun) Editor : Fandi Armanto