Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Taupik Alami mengatakan, kini Pemkab tengah berupaya membangkitkan kembali perekonomian masyarakat. Upaya ini tidak bisa serta-merta dilakukan. Harus dilakukan secara bertahap dan terukur sesuai tingkat kebutuhan masyarakat.
“Semua terdampak pandemi. Yang paling terasa tentunya kebutuhan ekonomi masyarakat melalui kebijakan strategis, peningkatan ekonomi bertahap dilakukan,” ujarnya.
Salah satunya dengan kegiatan pasar murah. Rencananya, kegiatan ini akan digelar pada akhir bulan ini. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan sembako dengan harga terjangkau. Dengan sasaran keluarga prasejahtera.
Menurutnya, perputaran ekonomi pada Ramadan, diprediksikan akan lebih kuat. Karenanya, adanya pasar murah diharapkan dapat membantu meringankan beban warga.
Ada lima kecamatan yang menjadi sasaran pasar murah. Meliputi Kecamatan Tiris, Krucil, Kuripan, Tongas, dan Pakuniran. Agar tepat sasaran, konsumen atau penerima manfaat akan diverifikasi ketat. Tujuannya, untuk menghindari spekulan yang memanfaatkan peluang adanya pasar murah.
“Nantinya akan dilaksanakan di kantor kecamatan. Barang dagangan yang akan ditawarkan kepada konsumen adalah sembako. Berupa beras, minyak, gula, dan lainnya. Kami harap kegiatan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal,” harap Taupik. (ar/rud) Editor : Jawanto Arifin