Guna mengenang dan mengingat jasanya, pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro), sejumlah pejabat berziarah ke makam Bupati Joyo Lelono yang berada di Jl Brigjen Katamso, Masuk Kampung Sentono, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Minggu (18/4) sore.
Ziarah yang dilakukan ke makam bupati pertama itu dilakukan dengan khidmat. Selain ziarah, para pejabat juga membacakan ayat ayat Quran. Usai berziarah sejumlah pejabat menuju ke Pendopo Bupati Probolinggo.
Di pendapa juga digelar deklarasi damai dalam rangka pilkades serentak yang diikuti oleh 220 calon kades di 62 Desa Se-Kabupaten Probolinggo. Deklarasi yang diisi dengan ikrar dan penandatanganan tersebut dilakukan oleh seluruh calon kepala desa secara virtual.
Dalam sejumlah rangakai kegiatan, termasuk acara tasyakuran yang dilakukan di pendopo, turut hadir Forkopimda. Termasuk Pimpinan Komisi 4 DPRD RI, Hasan Aminuddin, M.Si yang sebelumnya juga menjabat Bupati ke 33 dan 34
Di sela tasyakuran Bupati Probolinggo P Tantriana Sari menerangkan bahwa ziarah makam yang dilakukan setiap tahunnya bertujuan untuk mengenang jasa pembabat alas Kabupaten Probolinggo sebelumnya. Dimana saat itu yang menjadi Bupati Pertama yakni Kiyai Joyo Lelono.
Perlu di ketahui, Kiyai Joyolelono menjabat di zaman penjajahan kolonial Belanda. “Ziarah itu adalah agenda tahunan. Agenda yang tiap tahun kami lakukan bersama sebagai bentuk penghormatan kepada pembabat alas Kabupaten Probolinggo terdahulu. Alhamdulilillah tahun ini bisa terselengagra meskipun tidak seperti tahun sebelumnya karena adanya pandemi. Namun tidak mengurangi rasa khidmat,” kata Bupati yang akrab disapa Tantri, Minggu (18/4) sore.
Bupati bersyukur bisa dipertemukan kembali pada hari jadi Kabupaten Probolinggo. Tentunya dihari yang baik itu dapat dijadikan momentum bersama untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga dalam melayani secara masif, serta proaktif.
“Kami juga bersemangat, bagaimana mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Harapanya mari jadikan mmentum ini menjadi bahan refleksi diri. Sehingga terwujudnya Kabupaten Probolinggo yang maju dan beradab,” tambah Tantri.
Terakhir, bupati juga menyinggung soal Covid-19 yang semakin menurun. Dia berharap, penutunan bukan hanya dilihat angkanya. Namun yang perlu disoroti yakni jangan sampai ada kelonggaran penanganan termasuk tetap taat prokes. Sehingga mengakibatkan lonjakan lagi.
“Jangan sampai karena angkanya semakin menurun, maka ada kelonggaran. Atau bahkan mengendorkan semangat. Tetap semangat dan bersabar. Jangan sampai seperti India, di mana satu bulan ini hampir colaps akibat menurunnya prokes,” tandas Bupati Tantri. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin