Seperti diungkapkan Saiful Akbar, 27, warga Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris. Ia mengatakan, banyak aktivitas warga yang tersendat karena padamnya aliran listrik PLN.
“Padam sejak kemarin (Selasa, 30/3), sekitar pukul 10.00. Tidak hanya aktivitas yang terganggu, seperti mandi dan aktivitas penggunaan listrik lainnya. Usaha masyarakat, seperti toko kelontong juga terganggu. Ada yang sampai tidak jual saat malam harinya. Takut dimaling mungkin,” ujarnya, kemarin.
Ia menyebutkan, tidak hanya aktivitas masyarakat yang terganggu. Rumah ibadah juga ikut terkendala. “Seperti masjid dan musala yang biasanya terdengar suara warga mengaji dan azan melalui pengeras suara. Mungkin ada, namun tempat yang memiliki genset,” ujarnya.
Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Kraksaan Hendy Pranata mengakui memang ada pemadaman listrik di wilayah selatan, utamanya di wilayah Tiris. Pemadaman tercatat mulai pukul 17.55. Penyebabnya, ada gangguan di kabel listrik jaringan tegangan menengah (JTM).
“Kalau pukul 10.00, sepertinya gangguan rumah. Tidak ada di sistem kami gangguan jaringan kami lepas-lepas. Kalau pukul 17.55 memang terjadi gangguan menyeluruh. Penyebabnya, ada yang memotong pohon sengon mengenai JTM,” jelasnya.
Setelah dicari penyebab gangguan, pihaknya berhasil menyalakan sebagian wilayah. Termasuk beberapa wilayah di Desa Ranuagung. Namun, tidak berselang lama kembali ada gangguan.
“Pukul 00.00 sebagian sudah hidup. Namun sejam kemudian terjadi lagi gangguan. Jelas penyebabnya pohon. Karena gangguan ini sudah terjadi dua kali, makanya secara bertahap, masuknya tegangan secara per-section,” ujarnya.
Hendy mengatakan, perbaikan dilakukan bertahap, karena padamnya listrik ini dimulai dari Gerdu Induk Seboro, Kecamatan Krejengan sampai Desa Ranuagung. Saat ini hanya menyisakan jaringan menuju Desa Kalianan dan sebagian di Desa Ranuagung.
“Jadi, hanya tinggal dua jurusan Ranuagung, sekarang sudah masuk tahap penormalan. Tegangan sudah aman. Jaringan sudah dicek satu persatu sampai ujung nantinya tegangan akan dimasukkan,” jelasnya.
Pengecekan secara bertahap dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Sebab, jika tegangan sudah dimasukan ke JTM dan masih ada gangguan, bisa membahayakan.
“Kami berupaya menormalkan aliran listrik semaksimal mungkin. Bahkan, menambah dua regu untuk menanganinya. Total semuanya empat regu. Kami berharap pelanggan bersabar,” ujarnya. (mu/rud) Editor : Jawanto Arifin