Seperti yang diungkapkan Burhan, warga Kraksaan. Lampu lalu lintas yang mengatur empat ruas jalan tersebut kerap tidak berfungsi. Hal ini membuat dirinya lebih waspada. Mengingat ruas jalan tersebut merupakan jalur utama yang dilalui oleh kendaraan roda empat dan roda dua.
"Lampu lalu lintas kadang mati kadang hidup. Apalagi kalau sudah hujan deras, sering mati. Saat ini kembali tak berfungsi, akhirnya ya harus hati-hati saat melintas," katanya.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, padamnya TL membuat arus jadi tidak beraturan. Ruas jalan dari barat ke timur atau sebaliknya yang merupakan jalan provinsi, menjadi jalur utama kendaraan umum dan kendaraan roda empat berbagai muatan. Laju kecepatan kendaraan cukup kencang sehingga potensi kecelakaan sangat mungkin terjadi.
Ini belum ditambah ruas jalan sisi utara dan selatan yang menghubungkan dengan wilayah Kraksaan Wetan, dan menjadi jalur utama warga melakukan aktivitas sehari-hari. Alhasil arus lalu lintas menjadi lebih padat, terutama di jam sibuk.
"Kadang kalau arus lalu lintas padat, ada warga yang sukarela membantu mengatur arus. Kalau ndak begitu jalan bisa macet," kata Burhan.
Sementara itu Kasi Pemeliharaan Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo, Asminanik mengatakan, lampu TL di Perempatan Jalan Panglima Sudirman memang kerap mati. Hal ini terjadi akibat genangan air saat hujan. Kabel penghubung lampu berada di bawah tanah sehingga mengganggu aliran listrik yang menghubungkan sumber listrik dengan lampu.
"Kami mendapatkan laporan jika lampu lalu lintas kerap mati. Infonya ini sudah empat hari lalu mati karena hujan deras," katanya.
Menurutnya keluhan lampu lalu lintas yang mati pernah diperbaiki. Tidak hanya itu agar tidak terganggu dilakukan pemasangan pipa pelindung kabel agar tidak terjadi kontak langsung dengan air. Namun upaya ini tidak berhasil karena air diduga masuk ke dalam pipa. "Sudah diperbaiki tapi tetap sering mati, kami masih berupaya memperbaiki lagi," ujarnya.
Pihaknya merencanakan kabel yang berada di bawah tanah, akan dipindahkan ke ruang terbuka. Perlu dilakukan penggantian kabel penghubung sepanjang 25 meter. Kabel ini nantinya akan digunakan sebagai jaringan listrik utama menuju lampu lalu lintas.
"Sebenarnya ini kewenangan dari Provinsi, namun untuk mengantisipasi kecamatan kami sudah pesan kabel khusus. Nanti dipasang menggantung. Mungkin Kamis (4/2) nanti baru bisa dilakukan pemasangan," bebernya. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin