Direktur Perusda Rengganis, Suhud mengatakan bahwa pengelolaan GOR Sasana Krida saat ini masih belum maksimal. Oleh karenanya perlu ada terobosan baru agar mampu menghasilkan pendapatan sekaligus peningkatan layanan.
“Pemanfaatan GOR Sasana Krida sangat minim. Manajemen mengusulkan kepada Bupati jika tahun depan latihan atau pertandingan cabang olehraga, bisa dilaksanakan disana,” ungkapnya.
Menurut Suhud, keberadaan GOR masih bisa lebih dimaksimalkan. Tidak hanya digunakan untuk menggelar kegiatan saja. Luas dan kondisi GOR dirasa masih memungkinkan untuk dikondisikan menjadi tempat berlatih dan bertanding berbagai cabang olahraga.
“Memang perlu ada sinergi agar dapat direalisasi, namun jika sudah dapat petunjuk dari Bupati tentunya dapat terealisasi,” katanya.
Selain itu beberapa bulan lalu Perusda telah melakukan penanaman pisang pada lahan Aset Pemkab Probolinggo seluas 700 meter persegi.yang berada di Desa Bermi, Kecamatan Krucil. Namun sayangnya belum mendapatkan hasil yang maksimal.
“Untuk penanaman pisang sudah dilakukan meski hasilnya belum sesuai dengan harapan,” ujar Suhud.
Hingga kini upaya mencari cara agar keberadaan Perusda lebih baik terus dilakukan. Utamanya memaksimalkan keberadaan aset yang sudah ada dan dikelola. Di antaranya adalah GOR Sasana Krida Kraksaan, Pesanggrahan di Bremi Krucil, Kolam Pemandian Jabung Paiton dan Lapangan Tenis Kraksaan.
“Dampak dari pandemi aset yang ada sementara ditutup tidak boleh dikunjungi. Kami sudah berupaya, tentunya tahun depan bisa lebih baik,” pungkasnya. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin