Keputusan Musda yang digelar di kantor PCNU Kraksaan itu diwakili Tim Formatur sejumlah 9 orang dari berbagai unsur ormas keagamaan yang menjadi anggota MUI. Mulai dari Ketua dan Sekretaris MUI demisioner, pengurus MUI perwakilan wilayah timur, tengah, dan barat. Ada juga perwakilan dari PCNU, PD Muhammadiah dan pondok pesantren.
Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Munir Kholili mengatakan, Musda ini diselenggarakan untuk konsolidasi organisasi dan evaluasi segala kegiatan yang harus dilaksanakan selama lima tahun yang merupakan beban yang sangat berat terhadap pengurusan untuk menjalankan roda organisasi dengan aktif dan progresif.
“Alhamdulillah terwujudlah kesuksesan dan kemajuan yang betul-betul bisa dibuktikan dan dirasakan oleh masyarakat muslim. Musda MUI ini merupakan forum musyawarah tertinggi di Kabupaten Probolinggo dan merupakan nuqthoh inthilaq,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Munir menjelaskan, pihaknya akan selalu aktif mengadakan rapat pengurus untuk membicarakan tentang perlindungan aqidah Islamiyah dengan amar ma’ruf nahi munkar. Khususnya dalam menangkal penyebaran aliran sesat. Serta melaksanakan koordinasi antara ulama dan umaro dan ormas Islam serta dengan pejabat pemerintah lainnya di wilayah Kabupaten Probolinggo.
“Itu sebagian program kerja MUI yang telah dilaksanakan. Bahkan kurang lebih 90 persen yang sudah terlaksana, baik oleh pengurus harian atau oleh komisi-komisi,” terangnya. (mas/fun) Editor : Fandi Armanto